Kamis, 22 Januari 2009

Analisis SOSTAC PT SAMSUNG dalam

Analisis SOSTAC PT SAMSUNG dalam
menghadapi Persaingan Sehat dengan HITACHI

1. Pendahulan
Dimanapun Anda berada. di tengah keramaian jalan raya atau dalam kenyamanan rumah Anda...Samsung adalah bagian dari kehidupan Anda. Sebagai pemimpin global, kami ada di garis terdepan perubahan, mengantisipasi apa yang diinginkan oleh pelanggan kami di seluruh dunia pada hari esok.
Dalam tahuan 2007 laporpan keuangan keuangan Samsung menunjuikkan nilai yang cukup spektakuler yait dengan iktisar sebagai berikut :
Tabel 1.
Ikhtisar Keuangan 2007 (WON/DOLLARS/EUROS)
AMOUNTS IN BILLIONS
WON
DOLLARS
EUROS
Penjualan Bersih*
161,847.40
174.2
127.2
Aset Total
284,165.50
302.9
205.7
Kewajiban Total
180,833.20
192.7
130.9
Ekuitas Pemilik Total
103,332.30
110.1
74.8
Pendapatan Bersih*
12,873.70
13.9
10.1
Sumber PT. Samsung, 2007. [Jumlah dalam milyar]
Kurs Rata-rata Tahunan Won/Dollar Amerika : 929.20/1 Won/Euro : 1,272.72/1 . Won/Dollar Amerika di Akhir Tahun pada 31.12.07 : 938.20/1 Won/Euro : 1,381.26/1. Data finansial termasuk perusahaan-perusahaan terafiliasi dengan Samsung mengakhiri tahun fiskalnya di akhir Maret 2008, seperti Samsung Life Insurance, Samsung Fire & Marine Insurance, Samsung Investment Trust Management.
Samsung adalah sebuah perusahaan elektronik terkemuka di Korea, dan mampu mengembangkan produksnya secara Internasional. Baik Asia, Eropa dan Amerika. Alat-alat tersebut antara lain terkenal dengan produk televisi.
Era digital telah membawa perubahan – dan kesempatan – yang revolusioner bagi bisnis secara global, dan SAMSUNG telah menjawabnya dengan teknologi yang canggih, produk yang kompetitif, dan inovasi yang konstan.
SAMSUNG terdiri dari perusahaan-perusahaan yang menerapkan standar baru dalam berbagai bisnis, dari elektroni hingga layanan finansial, dari bahan kimia dan industri alat berat hingga perdagangan dan layanan lain. Semua berbagi komitmen untuk menciptakan produk dan layanan berkualitas tinggi yang inovatif, yang diandalkan oleh jutaan orang dan bisnis di seluruh dunia setiap harinya.
Ancaman krisis global dan kuatnya merek Korea di pasar kulkas side by side tak membuat Hitachi gentar meluncurkan Hitachi Side By Side. Pabrikan asli Jepang ini pun tak segan mematok target penjualan kulkas premiumnya sebesar 200 unit perbulan.
Hitachi bakal menguasai 20% pangsa pasar kulkas side by side. Pasalnya, porsi kulkas premium tersebut menurut data Electronic Marketer Club (EMC) adalah sebanyak 1000 unit setiap bulan.
Produk premium Hitachi sendiri dibanderol seharga Rp 20 jutaan. Beberapa fitur canggih yang melengkapinya antara lain adalah Minus Zero Cooling yang membuat penyebaran dingin yang lebih merata.
Produsen elektronik asal Jepang, Hitachi Ltd merombak bisnisnya di Indonesia dengan mengambil alih pemasaran produknya dari PT Dinamika Ardimas.
Hitachi juga mengganti nama PT Dinamika Ardimas,-- yang selama ini menjadi agen tunggal pemasaran produk Hitachi di Indonesia,-- menjadi PT Hitachi Modern Sales Indonesia (HMSI).
Perubahan nama itu sekaligus diikuti dengan perubahan kepemilikan saham dan susunan direksi dan komisaris. "Perubahan tersebut ditandai dengan pengumuman PT Hitachi Modern Sales Indonesia dihadapan para dealer Hitachi dari seluruh Indonesia pada 3 Agustus di Jakarta," kata Direktur Pemasaran PT HMSI, Tjitra W Sanusi dalam keterangannya Sabtu (4/8/2007).
Sejak 3 Juli 2007, Hitachi Ltd menguasai 2/3 saham atau 67,5 persen di HMSI dan sisanya dimiliki mitra lokal PT Lumbung Sari Sejahtera (LSS).
Perubahan kepemilikan tersebut juga diikuti dengan perubahan direksi dan komisaris. Dua posisi direksi kini dipegang oleh Hitachi Ltd yang salah satunya jabatan presiden direktur. Sedangkan satu posisi direksi yakni untuk direktur pemasaran dipercayakan pada mitra lokal LSS. Posisi presiden komisaris juga dipegang oleh Hitachi.
Presdir PT HMSI, Sakai mengatakan perubahan ini dimaksudkan untuk menandai komitmen baru Hitachi Ltd di Indonesia. "Pasar elektronik Indonesia menunjukkan potensi yang terus tumbuh, maka itu Hitachi memutuskan untuk lebih serius menggarap potensinya dengan mengalihkan kategori produk yang dipasarkan menjadi produk-produk elektronik dengan nilai tambah yang lebih tinggi," tutur Sakai.
Hitachi juga akan memfokuskan produk-produk elektronik untuk segmen tersebut terutama untuk produksi kulkas, mesin cuci otomatis, dan TV plasma.
Hitachi mengaku akan serius menggarap pasar di Indonesia dengan target peningkatan penjualan sebesar 50 persen pada 2010.
Ulasan di atas menggabarkan bagaimana du perusahaan besar bidang elektonika internasional bersaing menghadapi persaingan yang cukup ketat pada sektot pemasaran dan teknologi. Merka harus sama-sama membangun eksistensi danmengusasi pasar elektronik diantara perusahaan elektronik lain yang cukup besar yaitu : Soni, Panasonics, Politron dan Lain sebagainya.

2. Rumusan Masalah
Target Pemasaran dalam penjualan produk terutama dengan menggunakan Marketing Mixed, yaitu dengan berbagai analisis pendekatan dalam menghadapi hambatan dan tantangan dapat dilakukan sebuah analisis yang tepat.
1.Apakah Model pendekatan SOSTAC dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh SASUNG?
2.Bagaimana Model Pendekatan SOSTAC dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh SAMSUNG dalam hal Managemen dan Marketing?
3.Seberapa Efektifkah model SAMSUNG dalam mengatasi persoalan marketing?
4.Kapankan Model SAMSUNG dapat dilakukan dan dilaksanakan dalam model marketing untuk memperoleh hasil sesuai target yang ditentukan?
Pendekatan dalam manajemen dan komunikasi ini dilakukan agar diperoleh target perusahaan sesuai yang diinginkan dengan berbagai persoalan yang muncul.

3. Landasan Teori
3.1 Definisi model SOSTAC.
SOSTAC adalah singkatan atau ringkasan tahapan-tahapan proses strategi pemasaran oleh Paul R. Smith (1990). SOSTAC terdiri dari :
1.Situation Analysis. (Analisis Situasi) yang mana terdiri dari SWOT Analysis, PEST Analysis, Marketing Mix(bauran kebijakan) dan Competitive Position (posisi persaingan).
2.Objectives. (obyektif) Kemana kita akan pergi (Where do we want to go)? Terdiri dari : Ashridge Mission Model, 5 P’s Model, SMART.
3.Strategy(strategi). Bagiamana kita mendapatkanya (How are we going to get there)? Terdiri dari : Market Segmentation (sekmentasi pasar) dan Positioning.
4.Tactics (taktik). Yang lebih detail dari strategi. Berupa Tools (alat) dan Komunikasi (Communication).
5.Actions (aksi) . Implementasi, pengambilan perencanaan kerja dalam Action Plan (perncanaan aksi) . Terdiri dari RACI Model, CSFs dan, KPIs
6.Control(pengawasan). Track progress melalui pengukuran (measuring), pengawasan (monitoring), pengecekan (reviewing), penempatan (updating and modifying). Terdiri dari Kinerja manajemen (Performance Management) dan Blanced Scorecard.
Keunikan metode SOSTAC adalah sederhana (simplicity). Pendekatan adalah memenuhi tahapan secara bersama-sama dalam menciptakan perencanaan pemasaran (marketing plan). Terdiri dari 5 C’s of Marketing Strategy (strategi pemasaran 5C), Feasibility Study (studi kelayakan), VMOST dan Customer Relationship Management (manajemen hubungan dengan paelanggan).
3.2. SWOT
Merupakan analisis dari Strength (kekuatan) , Weakness (Kelemahan), Oportunity (Peluang) dan threat (Ancaman). Merupakan analisis manajemen yang berdasarkan pada kepekaan terhadap lingkungan manajemen terutama marketing atau pasar.
Strength (Kekuatan) adalah berupa modal, kemampuan sumber daya manusia, teknologi, jaringan, dan brand image tau merek yang dimiliki merupakan kekuatan yang dibutuhkan perusahaan dalam mengembangkan diri dalam mencapai target atau sasaran.
Weakness (kelemahan) adalah berbagai macam kelemahan yang dimiliki perusahaan, seperti isu-isu negative yang muncul, jaringan yang terbatas, tenaga pemasaran yang masih kurang mengakar dalam jaringan, serta kelemahan-kelemahan lain yang memungkinkan untuk menjadi kendala dalam meningkatkan target atau sasaran yang harus dicapai.
3.3 PEST
PEST analysis adalah merupakan pola kerja dan strategi konsultan menggunakan pengamatan lingkungan makro eksternal (scan the external macro-environment) dalam setiap operasi perusahaan. PEST adalah singkatan dari : Political, Economic, Social and Technological (Politik, ekonomi, sosial da teknologi)
PEST factors merupakan sebuah aturan main yang penting dalam strategi menciptakan peluang nilai kreasi. Meskipun bahasa selalu diluar kontrol dari perusahaan dan harus normal terdiri dari kesempatan atau peluang lain. Bersama macro-economical factors (factor makro ekonomi) dapat berbeda tiap continental, negara atau suatu tempat, juga biasanya analisis PEST seharusnya dicitrakan tiap negara. Berikut ini terdapat contoh dari tiap faktor-faktor tersebut :
1.Political (incl. Legal) /Politik (memasukkan hukum)
Penelitian berjenjang Kebijakan lingkungan dan proteksi, pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan pemerintah.(Environmental regulations and protection Economic growth Income distribution Government research spending)
2.Economic (ekonomi)
Kebijakan pajak, suku bunga dan moneter, kependudukan, tingkat pertumbuhan penduduk, pembagian usaha industri berfokus pada teknologi. (Tax policies Interest rates & monetary policies Demographics, Population growth rates, Age distribution Industry focus on technological effort )
3.Social (Sosial)
Kebijakan perdagangan internasional dan retriksi pemerintah, perlindungan tenaga kerja, mobilitas sosial, penemuan dan pengembangan kontrak baru. Pemberdayaan hkum, perlindungan konsumen. Kebijakan pengangguran, merubah gaya hidup, tingkat transfer teknologi, Hukum perburuhan, pajak tenaga kerja dan pengembangan perilaku semangat wira usaha. (International trade regulations and restrictions, Government spending Labor / social mobility, New inventions and development, Contract enforcement law Consumer protection, Unemployment policy, Lifestyle changes Rate of technology transfer, Employment laws Taxation Work/career and leisure attitudes Entrepreneurial spirit)
4.Technological (teknologi)
Siklus hidup dan kecepatan dari perkembangan teknologi, organisasi pemrintah, tingkat perubahan perilaku pendidikan pengunaan energi dan biaya. Kebijakan persaingan, tingkat inflasi, fase perubahan dalam teknologi informasi, tingkat stabilitas politik dari siklus bisnis, jaminan kesehatan dan kesejahteraan, naluri dari pengamanan perubahan dalam internet, kebijakan perlindungan kepercayaan konsumen, keyakinan hidup, kondisi teknologi yang dalam situasi bergerak. (Life cycle and speed of technological obsolescence Government organization / attitude Exchange rates Education Energy use and costs. Competition regulation Inflation rates Fashion, hypes (Changes in) Information Technology Political Stability Stage of the business cycle Health consciousness & welfare, feelings on safety (Changes in) Internet , Safety regulations Consumer confidence Living conditions (Changes in) Mobile Technology )
Melengkapi PEST Analysis adalah relatif sederhana dan dapat dikerjakan melalui pelatihan (via workshops) menggunakan teknik wawancara (brainstorming). Penggunaan dari PEST analysis bisa bermacam-macam dari perusahaan dan strategi perencanaan, perencanaan pemasaran, pengembangan usaha dan produksi, dan catatan penelitian (company and strategic planning, marketing planning, business and product development, dan research reports.)
Varian dari PEST Analysis selalu seperti SLEPT Analysis (plus Legal) or the STEEPLE Analysis: Social/demographic (sosial/kependudukan), Technological(teknologi), Economic(ekonomi), Environmental(lingkungan)/ natural(alam) , Political(politik), Legal (hukum) dan Ethical factors(factor etik). Juga Geographical factors (factor geografi) adalah signifikan.
3.4 Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Menggambarkan model Marketing Mix (juga dikenal dengan 4 P dapat digunakan oleh tenaga marketing merupakan alat yang banyak digunakan dalam strategi pemasaran. Marketing managers (manajer pemasaran) menggunakan metode ini untuk menggerakkan atau mendorong secara optimal dari target yang telah ditentukan agar tercapai dari berbagai variables yang dijalankan. Adalah penting memahami prinsip-prinsip Marketing Mix (bauran kebijakan) sebagai variabel kontrol. Marketing Mix (baurna kebijakan) disesuaikan dengan dasar frekuensi pertemuan dibutuhkan untuk mengubah sejumlah target dan lingkungan pemasaran yang treus bergerak secara dinamis.
1.Product(barang)
Sejarahnya, pemikirannya adalah produksi barang akan sendirinya meskipun adalah prosduk yang kurang baik setiap hari lebih tinggi dalam pasar kompetitif. Plus adalah berupa hukum yang dibawa oleh pelanggan lebih baik untuk dikirim produk kembali yang jelek tersebut. Berbagai macam pertanyaan dari barang akan bekerja pada organisasi yang diciptakan yang dibutuhkan konsumen. Mendefinisikan karakteristik dari produk atau jasa yang dilihat dan dibutuhkan pelanggan. Memfungsikan ; Quality (kualitas); Appearance; Packaging(kemasan); Brand (merek); Service(jasa); Support(pendukung); dan Warranty(garansi).
2.Price (Harga)
Berapa harga yang diinginkan pelanggan untuk dibayar harus dipertimbangkan. Disini terdiri dari strategi harga tidak menjadi masalah. Kejadian jika anda memilih tidak menjawab hanya uang untuk barang dan jasa, anda harus merealisasikan bahwa sebuah keputusan penting dan bagian dari stategi harga (pricing strategy). Meskipun harga pesaing adlah lebih lama dipilih, pelanggan selalu kelihatan sensitive untuk potongan harga dan harga kusus. Price (harga) juga memiliki sisi irasional, tidak selalu harga mahal barang nya baik. Persaingan Permanen dari harga dari berbagai macam perusahaan tidaklah sangat dekat dengan sensitifitasnya. Daftar Harga berupa Discounts(potongan); Financing(keuangan) ; Leasing Options; dan Allowances.
3.Place (Tempat)
Kemampuan untuk memilih tempat yang tepat, seperti waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat. Barang akan berubah nilainya di tempat yang berbeda. Seperti internet dan telefon genggam. Lokasi, Logistik; anggota jaringan; Jalur motivasi, Pasar, Tingkat pelayanan, Internet, dan Mobil.
4.Promotion (Promosi)
Bagaimana memilih target kelompok dalam organisasi dan produksinya. Mengeluarkan semua kekuatan senjata tempur pemasaran yaitu advertising (pengiklanan), selling(penjualan), sales promotions(propaganda penjualan), Direct Marketing (penjualan langsung), Public Relations(kehumasan), dan lain-lain. Sisi lain 3 P memiliki kelemahan dari pengertiannya pasar saat ini , Promosi menjadi lebih penting Promosi untuk memfokuskan diri pada Advertising(pengiklanan) ; Public Relations(kehumasan) ; Message(pesanan); Direct Sales(penjualan langsung); Sales(penjualan); Media(media); dan Budget(penganggaran).
Fungsi dari bauran pemasaran membantu mengembangkan bauran tidak hanya kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan target pasar, tetapi keterkaitan untuk memaksimalkan kinerja organisasi. Yang memasukkan berbagai bagian sejumlah dari Promosi untuk 4P sampai 5P dalam model Marketing Mix(bauran kebijakan).
3.5 Competitive Position (Posisi Persaingan)
Menggambarkan Posisi persaingan dari tingkat relatif dominan sebuah perusahaan dalam pasar membandingkan dengan kompetitor. Contohnya , Sebuah perusahaan memiliki target sebagai pemimpin pasar (market leader), atau tumbuh dari posisi ketiga menjadi dua, dalam pasar untuk penjualan pisang.
Juga, bisa diindikasikan dalam tingkat pasar sebagai market leader, challenger, follower atau niche player. Atau mengekspresikan prosentase pangsa pasar.
3.6 Management Berdasarakan Sasaran. (MBO)
Deskripsi MBO menerangkan secar obyektif dari setiap tenaga kerja dan membandingkan dan langsung selalu menggambarkan kineyang obyektif yang diatur. Peningkatan kinerja organisasional dengan menerapkan sasaran organisasi dengan obyektif dari subordinat melalui Organisasi. Idealya, tenaga kerja memiliki kekuatan yang memasuk diidentifikasi secara obyektif, tepat dan lengkap, dan sebagainya.
MBO memasukkan trak dari proses dan hasil yang diperoleh secara obyektif. Management by Objectives pertama kali dikenalkan oleh Peter Drucker (1954) dalam bukunya berjudul “The practice of Management/manajemen dalan Praktek”.
Prinsip Management by Objectives (manajemen berdasarakan sasaran) adalah :
Melalui tujuan organisasi (Cascading of organizational goals and objectives), Spesifikasi sasaran bagi anggota (Specific objectives for each member), membuat keputusan yang partisipatif (Participative decision making), periode waktu eksplisit (Explicit time period), dan evaluasi kinerja dan menghasilkan umpan balik (Performance evaluation and provide feedback).
Management by Objectives (manajemen berdasrkan sasaran) juga mengitruduksi metode SMART untuk mengecek validitas dan obyektifitas. Yaitu : kusus (Specific), terukur (Measurable), prestasi (Achievable), nyata (Realistic), dan hubungan waktu (Time-related).
Tahun 1990-an , Peter Drucker mengambil pengaruh dari metode manajemen organisasi kedalam perspektif, dimana ia berkata “It’s just another tool. It is not the great cure for management inefficiency. Management by Objectives works if you know the objectives, 90% of the time you don’t.” (tidak hanya satu-satunya alat. Yang tidak lebih besar untuk manajemn yang tidak efisien. Manajemen berdasarkan sasaran bekerja jika kita tahu sasarannya, 90% dari waktu bukan.

4. Gambaran Umum dan Analisis
4.1 Gambaran Umum Samsung
4.1.1 Sejarah Samsung.
Di SAMSUNG, kami memandang setiap tantangan sebagai peluang dan kami yakin bahwa Samsung telah menempati posisi sempurna sebagai salah satu pemimpin yang diakui dunia di industri teknologi digital.
Komitmen Samsung untuk menjadi yang terbaik di dunia telah membuat Samsung sebagai pemegang pangsa pasar global terbesar untuk tiga belas item di antara produk Samsung, termasuk semikonduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA. Dengan pandangan ke depan, Samsung telah membuat kemajuan bersejarah di bidang riset dan pengembangan lini semikonduktor, termasuk flash memori dan non-memori, semikonduktor khusus pesanan, DRAM dan SRAM, dan juga memproduksi LCD yang terbaik di kelasnya, telepon seluler, peralatan digital, dan lebih banyak lagi. Tahin 2000-sekarang Memprakarsai Era Digital.
2008, Samsung menduduki posisi pertama dalam pasar ponsel AS, Menduduki posisi No.1 pangsa pasar TV dunia selama sembilan kali secara berturut-turut,
2007 Menduduki posisi No.1 pangsa pasar TV dunia selama tujuh kali secara berturut-turut . Mengembangkan memori Flash 30nm-class 64Gb NAND™ yang pertama di dunia. BlackJack dianugerahi penghargaan Smart Phone Terbaik pada CTIA di AS. Meraih posisi No.1 untuk pangsa pasar LCD dunia selama enam tahun berturut-turut.
2006 Mengembangkan LCD dua sisi sejati pertama di dunia. Mengembangkan 50nm 1G DRAM pertama di dunia. Memperlihatkan 10M pixel kamera ponsel. Meluncurkan "Stealth Vacuum", penyedot debu dengan suara terendah di dunia. Meluncurkan Blu-Ray Disc Player pertama di dunia. Mengembangkan 1.72" Super-Reflective LCD Screen.
2005 Mengembangkan Panel LCD Fleksibel terbesar. Menduduki peringkat ke-27 di “Perusahaan yang Paling Dikagumi di Dunia” versi Fortune. Menjadi sponsor resmi Chelsea, klub sepakbola terkenal dari Inggris. Meluncurkan telepon dengan kamera 7 mega piksel pertama di dunia. Mengembangkan OLED pertama untuk TV 40" . Menjadi sponsor resmi Chelsea, klub sepakbola terkenal dari Inggris. Mengembangkan telepon pengenal suara pertama.
2004 Memproduksi mesin cuci uap anti-kusut pertama. Menjual lebih dari 20 juta telepon seluler di AS. Mengembangkan chip memori Flash NAND 8GB 60-nano pertama di dunia. Menduduki peringkat teratas dalam penjualan ponsel di Rusia. Meluncurkan TV PDP baru dengan perbandingan kontras tertinggi di dunia. Mengembangkan Optical Blu-Ray Disc Recorder Generasi Ke-3. Mengembangkan chip telepon seluler untuk sistem satelit DMB. Meluncurkan TV LCD 46" pertama di dunia.
2003 Merek SAMSUNG menduduki peringkat 25 di dunia menurut Interbrand . Menduduki peringkat ke-5 pada daftar "Perusahaan Elektronik Paling Dikagumi" yang diluncurkan oleh Fortune Magazine. Meluncurkan DVD H D combo pertama.
2002 Pengembangan 54"TFT-LCD, monitor TV digital terbesar di dunia Meluncurkan PDP-TV, yang paling tipis di dunia. Peluncuran ponsel berwarna yang pertama kali memperkenalkan konsep UFB-LCD. Meluncurkan telepon seluler warna TFT-LCD high-definition
2001 Menduduki peringkat 1 dari 100 perusahaan IT terbaik di dunia oleh BusinessWeek . Meluncurkan Telepon Melodi Progresi 16 Chord. Mengawali Produksi Massal Perangkat Memori Flash 512 Mb. Meluncurkan Handset Ultra-Slim Pertama di Industri ini. Mengembangkan Monitor TFT-LCD 40 inci pertama di dunia
2000 Meluncurkan TFT-LCD dengan Record-breaking Definition. Meluncurkan telepon PDA. SAMSUNG Olympic Games Phone terpilih sebagai ponsel resmi Olimpiade Sydney 2000. TV Phone dan Watch Phone Masuk dalam Guinness Book of World Records. Meluncurkan Chip Memori Grafik Tercepat di Dunia. SAMSUNG Electronics dan Yahoo! Membentuk Aliansi Strategis. Mengembangkan DVD Player All-in-one yang Unik. Mengembangkan DRAM 512 Mb pertama di dunia. Mengembangkan The High Definition Digital TV
4.1.2 Eksekutif Team Samsung
1. Yoon-Ho Ha
Mr. Yoon-Ho Ha mulai memimpin SAMSUNG Asia Pte Ltd pada bulan Mei 2008. Berpusat di Singapura, SAMSUNG Asia adalah kantor regional untuk semua bisnis SAMSUNG Electronics di Asia Tenggara dan Oseania.
Sebelum menduduki posisinya saat ini, Mr. Ha menjabat sebagai Senior Vice President of Display (Monitor business) Sales & Marketing Team di Visual Display Division. 30 tahun karirnya bersama SAMSUNG telah membuktikan kemampuannya mengelola berbagai portofolio produk di berbagai negara. Selain itu Mr. Ha juga pernah menjabat sebagai Vice President pada Regional Strategy Team yang bertanggungjawab untuk merencanakan strategi pemasaran untuk semua wilayah utama di seluruh dunia. Beberapa jabatan kunci yang pernah diemban Mr. Ha termasuk President of SAMSUNG Electronics Germany, Vice President of SAMSUNG Electronics Italy dan General Manager yang bertanggung jawab atas penjualan TV berwarna di Eropa.
SAMSUNG Asia memecahkan rekor penjualan US$11.4 milyar pada tahun 2007, peningkatan sehat 15 persen dari tahun sebelumnya, dan merupakan prioritas Mr. Ha untuk terus melanjutkan momentum pertumbuhan. Perusahaan ini juga memiliki dukungan staf lebih dari 7,000 orang.
Mr. Ha lulus dari Hankuk University of Foreign Studies sebagai Sarjana Bahasa Spanyol pada tahun 1978.
2. Yoon-Wo Lee
Yoon-Woo Lee diangkat menjadi Vice Chairman dan Chief Executive Officer dari Samsung Electronics di May 2008
Seorang insinyur dan veteran Samsung dengan pengalaman 40 tahun, kepemimpinan Mr. Lee dan keahlian teknologinya turut membantu Samsung menjadi perusahaan konsumen elektronik terbesar di dunia. Dia secara luas dihargai sebagai orang yang membesarkan bisnis semikonduktor Samsung menjadi salah satu yang paling sukses di industri ini, dan menggalakkan program latihan dan praktek yang membuat Samsung mendapatkan reputasi sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja di Korea
Mr. Lee memulai karirnya di Samsung di tahun 1968 di divisi alat display. Di tahun 1976 ia menjadi manager produk di bisnis semikonduktor dan dengan cepat dipromosikan untuk mengurus pabrik Semikonduktor Giheung. Di 1989, Mr Lee menjadi kepala dari Samsung divisi riset dan pengembangan, dimana ia mempelopori produk-produk baru. Di bawah kepemimpinannya Samsung menumbuhkan desain dan kemampuan produksi masalnya yang kemudian berevolusi menjadi pemimpin global elektronik konsumen.
Setelah sukses mengemudikan bisnis semikonduktor melalui beberapa kali kejatuhan pasar, Mr Lee menjadi CEO unit bisnis ini di tahun 1996. Di tahun 2004, ia menjadi Vice Chairman dari Samsung Advanced Institute of Technology, pusat R&D dari Samsung. Setahun kemudian, Mr Lee memulai posisi sebagai Chief Technology Officer. Tanggung jawabnya di posisi ini termasuk perencanaan strategi teknologi jangka panjang dan mengimplementasikan teknologi terbaru agar berkembang menjadi bisnis baru serta meningkatkan taraf kompetitif.
Mr. Lee adalah ketua Korean Engineers Club dan direktur Korea Institute of Patent Information. Pada 2005, dia mendapat penghargaan sebagai CEO Korea tahun ini. Mr. Lee memiliki gelar sarjana teknik kelistrikan dari Seoul National University.
4.1. 3 Visi Samsung
SAMSUNG dipandu oleh satu visi: memimpin pergerakan konvergensi digital. Samsung meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, kami akan menemukan solusi yang kami perlukan untuk menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan—bagi bisnis untuk tumbuh, bagi warga negara di pasar yang sedang berkembang untuk hidup sejahtera dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan peluang baru. Tujuan kami adalah mengembangkan teknologi yang inovatif dan proses efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya.
4.1.4 Misi Samsung
Semua yang kami lakukan di SAMSUNG dipandu oleh misi kami: menjadi “digital-εCompany” yang terbaik.
SAMSUNG tumbuh menjadi perusahaan global dengan menghadapi tantangan secara langsung. Dalam tahun-tahun kedepan, orang-orang kami yang berdedikasi akan terus menghadapi banyak tantangan dan memberikan ide-ide kreatif untuk mengembangkan produk dan layanan yang memimpin pasar. Kecerdasan mereka akan terus menjadikan SAMSUNG sebagai perusahaan global yang menguntungkan dan bertanggung jawab.
4.1.5 Filosofi SAMSUNG
Di SAMSUNG, kami menganut filosofi bisnis yang sederhana: mencurahkan sumber daya manusia dan teknologi kami untuk menciptakan produk dan jasa yang luar biasa, sehingga dapat memberikan sumbangsih untuk masyarakat global yang lebih baik.
Setiap hari, orang-orang kami membawa serta filosofi ini dalam kehidupan mereka. Para pemimpin kami mencari orang-orang terhebat dari seluruh dunia, dan memberi mereka sumber daya yang diperlukan untuk melakukan yang terbaik di bidangnya. Hasilnya, semua produk kami - dari chip memori yang membantu bisnis menyimpan pengetahuan penting hingga telepon seluler yang menghubungkan orang-orang antarbenua - memiliki tenaga untuk memperkaya hidup. Dan itulah makna dari menciptakan masyarakat global yang lebih baik.
4.1.6 Nilai-Nilai Kami
Kami percaya bahwa hidup dengan berpegang teguh pada nilai adalah kunci menuju bisnis yang baik. Di SAMSUNG, kode etik yang ketat dan nilai-nilai inti tersebut menjadi dasar dari setiap keputusan yang kami buat:
1. Orang-orang
Cukup sederhana, sebuah perusahaan adalah orang-orang yang ada di sana. Di SAMSUNG, kami memberi kesempatan yang sangat luas bagi orang-orang kami untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya.
2. Keunggulan:
Semua yang kami lakukan di Samsung didorong oleh gairah yang tak tertahankan untuk mencapai keunggulan—dan komitmen yang tak tergoyahkan untuk mengembangkan produk dan layanan terbaik di pasar.
3. Perubahan:
Dalam ekonomi global yang saat ini berjalan sangat cepat, perubahan secara konstan terjadi dan inovasi adalah hal yang sangat penting untuk mempertahankan sebuah perusahaan. Seperti yang telah kami lakukan selama 70 tahun, kami mengarahkan pandangan ke masa depan, menangkap kebutuhan dan permintaan pasar agar kami dapat mengarahkan perusahaan kami menuju kesuksesan jangka panjang.
4. Integritas
Beroperasi dengan cara yang beretika adalah pondasi bisnis kami. Semua yang kami lakukan dipandu oleh panduan moral yang memastikan keadilan, menghormati semua stakeholder dan transparansi sepenuhnya.
5. Mendukung kemakmuran
Sebuah bisnis tidak bisa berhasil bila tidak dapat menciptakan kemakmuran dan kesempatan untuk orang lain. Samsung didedikasikan untuk menjadi warga korporat yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan dalam setiap komunitas di mana kami beroperasi di seluruh dunia.
4.2Hitachi
Hitachi, Ltd. pertama kali dimulai pada tahun 1910 sebagai sebuah bengkel listrik sederhana untuk sebuah perusahaan tembaga di Jepang. Nama Hitachi secara harafiah berarti "matahari terbit", yang mencerminkan falsafah mendasar mengenai sumbangan kepada manusia dan masyarakat melalui teknologi. Falsafah ini telah membantu Hitachi menjadi salah satu perusahaan dunia terbesar saat ini dengan jumlah karyawan sebesar 340.000 orang di seluruh dunia.
Di Singapura, Hitachi bermula sebagai sebuah kantor kerja sama di tahun 1963 dan kemudian mengembangkan operasinya di tahun 1972 untuk membuat berbagai rangkaian produk. Pada tahun 1989, Hitachi Asia Ltd. (sebelumnya bernama Hitachi Asia Pte. Ltd.) didirikan sebagai salah satu dari empat kantor pusat regional Hitachi selain Amerika, Eropa dan Cina. Di tahun 1990, perusahaan memperoleh status sebagai Kantor Pusat Operasional (OHQ) oleh Badan Pembangunan Ekonomi Singapura (EDB).
4.2.1 Aktivitas Bisnis
Sebagai sebuah kantor pusat regional, Hitachi Asia Ltd. (HAS) mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan penjualan bagi produk-produk industri, listrik dan elektronik serta solusi sistem informasi, dan juga melakukan pengadaan internasional bagi seluruh pabrik Hitachi di seluruh dunia. HAS kini memiliki jaringan sebanyak sepuluh buah kantor di tujuh negara di Asia, kecuali Asia Timur.
Di tahun 1998, HAS berubah dari sebuah perusahaan terbatas menjadi sebuah perusahaan umum yang tak terdaftar dan memperoleh status Pusat Perbendaharaan Keuangan oleh Otoritas Keuangan Singapura (MAS) sehingga dapat mengeluarkan surat obligasi. Perubahan ini ditujukan agar dapat memperkuat kemampuannya untuk menyediakan dukungan keuangan bagi grup Hitachi di Asia.
4.2.2 Hubungan Sosial Masyarakat
Hitachi percaya bahwa sebagai sebuah perusahaan pemain utama di wilayah ini, tanggung jawabnya melebihi sekedar investasi bisnis. Oleh karena itulah, perusahaan ini secara konsisten telah terlibat dalam berbagai aktivitas yang langsung memberikan sumbangsih kepada masyarakat setempat.
Di Singapura, sumbangan program sosial masyarakat dari Hitachi yang sudah lama berjalan adalah kegiatan Christmas Light-Up yaitu penyalaan pohon Natal di sepanjang jalan Orchard Road yang sibuk. Sejak tahun 1991, Hitachi telah menjadi sponsor utama dari kegiatan yang banyak mendapatkan perhatian ini, dan telah mengumpulkan dana sebesar lebih dari S$2 juta bagi para penerima santunan dari Dewan Nasional Layanan Sosial (National Council of Social Services).
Untuk mendorong perkembangan generasi mendatang dari para pemimpin di Asia, Hitachi memprakarsai program "Hitachi Young Leaders Initiative" di tahun 1996. Melalui program ini, banyak mahasiswa Asia yang berprestasi bersama-sama berkumpul membahas berbagai masalah regional dengan para pemimpin terkemuka.
Aktivitas-aktivitas tersebut menekankan komitmen Hitachi untuk terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat di tingkat lokal.

4.3 Analisis SOSTAC
4.3.1 Analisis dan Implementasi Manajemen dan Penyelesaian Kasus
Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh SAMSUNG dalam model SOSTAC :
1. SITUATION (Situasi)
Saat ini penulis sedang menjalani pengamatan terhadap masalah yang dihadapi oleh SAMSUNG dan situasi di dalam SAMSUNG yang berbeda dengan situasi perusahaan ditempat lain, karena memiliki karakteristik tertentu. Lingkungan di SAMSUNG relatif homogen karena terdiri dari sebagian besar pada gerak usaha manufactur di bidang elektronika, dimana staf pekerja SAMSUNG adalah , marketing, pemasran, pekerja pabrik, dan sebagian besar dari non anggota pemasaran.Suasana yang terasa di SAMSUNG ini adalah suasana pabrikan, terasa sekali semangat dan di tuntut untuk mencapai target kualitas produk agar tetap mampu bersaing,sehingga bisa dikatakan situasi kondisinya logis tenaga industri secara langsung ataupun supporting sitem. Sehingga untuk menjadi perhatian , keluasan usaha, cakrawala pengetahuan dalam bidang manufaktur, riset dan pemasaran menjadi hal yang penting.
Analisis SWOT yang adalah :
a.Strength (kekuatan)
SAMSUNG memulai kiprahnya sebagai operator GSM nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing. Penawaran seperti itulah yang akhirnya dijadikan sebagai motto AXIS dengan tagline “GSM yang Baik”.
SAMSUNG menawarkan kepada pelanggan telekomunikasi di Indonesia sesuatu yang benar-benar baru dan teknologi yang mempu mengikuti perkembangan jaman. Sebagai layanan Alat-alat elektronik terutama televisi yang terjangkau dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat segala lapisan sosial dengan berbagai macam jenis dan produknya.
Bahwa barang elektronika sudah merupakan kebutuhan yang dasar bagi semua manusi, merupakan kebutuhan pokok sebagais sarana, hiburan, rekreasi, pendidikan dan informasi, terutama untu Televisi dan radio. Perkembangan pemilikan televisi meningkat begitu tajam pada seperempat abad ini, hampir semua lapisan masyarakat memilikinya.
Harganya pun bervariasi dan rata-rata terjangkau, adapaun mereka sudah bisa memilih merek apa saja tanpa terkecuali asalkan sesuai dengan kualitas, kemampuan dan isi katong mereka.


b.Weaknest (kelemahan)
Kelemahan yang dihadapi adalah bagimana membangun image kepada pelanggan yang sudfah memiliki ketergantungan dengan merek tertentu, seperti merek national misalnya, sehingga ada perjuangan kuat untuk menerobos pasar. Kekuatan merek Jepang yang menguasai pangsa pasar di Indonesia telah membawa masyarakat Indonesia lebih memilih merek-merek Jepang. Sehingga merek-merek Jepang mampu menguasai pasr mayoritas rakyat Indonesia.
Merek Jepang yang sudah lebih dahulu masuk ini menjadikan kelemahan khusus bagi Samsung untuk membangun image bahwa SAMSUNG adalah produk yang bisa mengimbangi produk Jepang.
Sehingga perang hargalah yang bisa dilakukan untuk menjaring masyar4akat kelas dua yang memiliki keterbatasan anggaran dan dana.
c.Oportunity (Peluang)
Peluang pemasaran SAMSUNG masih cukup luas di Indonesia karena produk elektronik tersebut sangat dibutuhkan oleh berjuta-juta rakyat Indonesia. Produk terbesar adalah produk elektronik yang merupakan kebutuhan pasar yang cukup dinamis. Kebutuhan alat-alat elektronik terus meningkat, sejalan dengan pertumbuhan penduduk.
Peluang m,uncul dimana berbagai inovasi baru samsung dan permintaan akan elektonik yang terus berkembang, dan masyarakats selalu berkeinginan untuk memiliki produk elektronik yang baru, yang mempu menjangkau pasar, sehingga inovasi-inovasi vasililitas elektronik perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Masyarakat dewasa ini sudah tidak mementingkat merek tetapi adalah fasilitas layanan, harga dan teknologi terbaru.
Pertumbuhan masyarakat, pasangan usia muda, kemudian tingkat kebutuhan masyarakat akan barang elektronik untuk memenuhi kebutuhan mereka meningkatkan keinginan untuk memiliki produk terbaru.
d.Treath (Ancaman)
Pangsa pasar yang menjanjikan menunjukkan bahwa berbagai pesaing akan muncul di dalam pengembangan usaha elektronik terutama televisi ini. Munculnya produk baru dan inovasi baru dari perusahaan lain. Kemudian munculnya globalisasi mendorong tiada batasnya pemeasarn elektronik. Perusahaab eropa telah merambah dan melakukan penetrasi di Indoneisa.
Ketidakstabilan ekonomi Indonesia telah menjadikan kesulitan dalam memprediksi harga. Terutama Krisis global Amereka menjadikan ketidakstabilan nilai mata uang. Sehingga menjadikan gangguan dinamis dalam hal strutur nilai mata uang dan daya beli masyarakat.
2. OBJECTIVES (Sasaran)
Dengan melihat situasi yang terasa sekali nuansa pemasaran,tentunya pengaruh untuk turut serta dalam kegiatan menambah dan meningkatkan target yang dibutuhkan cukup tinggi, dan ingin menjadi orang pemasaran yang pintar, berpikiran logis, kritis, analitis dan berwawasan luas. SAMSUNG ingin menanamkan image diri sebagai perusahaan elektronik yang memiliki jatidiri, karakter, tanggung jawab, visi dan misi untuk melayani masyarakat yang optimal dalam pelayanan komunkasi dan informasi terutama dengan perusahaan televsisi dengan melakukan berbagai macam terobosan dan kerja sama. Sehingga jika orang lain atau masyarakat melihat SAMSUNG, mereka menganggap SAMSUNG sebagai calon pemimpin perusahaan Elektronik terkemuka di Dunia kelak . Diharapakan oleh SAMSUNG ,dengan image SAMSUNG yang demikian melekat dalam ingatan orang-orang, sehingga kelak, jika sudah pada waktunya nanti, hal ini akan membantu dalam loyalitas pelanggan SAMSUNG, karena SAMSUNG dianggap sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas yang tinggi, bisa memimpin perusahaan elektronik lainnya. Hal ini membuat SAMSUNG akan di perhitungkan dalam bursa elektronik kelak.
Sasarannya adalah sektor elektronik seperti hanya perusahaan Elektronik lainnya. SAMSUNG telah menerapkan penggunaan 5 P dan SMART dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini menjelaskan penerapan Manajemen berdasarkan Sasaran.
Mengejar pangsa pasar Indonesia bagian timur merupakan terobosan sasaran yang tepat, karena pengusaan Perusahaan Elektronik merek mapan dari Jepang dalam hal ini adalah Hitachi, Pansonics, Sony dan Toshiba yang sudah mengusai sebagian besar Indonesia bagian barat. Sasaran berikutnya adalah eksekutif muda yang baru mempunyai daya beli dan menikmati pendapatan mereka dalam penggunaan alat elektronik, maka harga yang murah menjadi pilihan mereka. Komunitas mereka lebih luas dan masyarakat komunitas cukup efektif untuk menjadi sasaran.


3. STRATEGY
SAMSUNG berusaha menarik perhatian dan simpati public atau masayarakat dengan berbagai isu dan pemberitaan serta berangkat dari sesuatu yang dikesankan negative menjadi positif. Merupakan perjuangan yang berat. Caranya dengan aktif dalam kegiatan iklan dan pemasaran dengan berbagai macam strategi menarik minat publik untuk menjadi pemakai barang-barang produk SAMSUNG, aktif membuka diri dari berbagai pertanyaan dengan membuat situs WEB dalam internet, berdiskusi dengan publik dan pelanggan, aktif dalam menaggapi saran-saran publik.
Web SAMSUNG aktif bergaul,berkomunikasi dan berdiskusi dengan semua lapisan masyarakat atau public tanpa mengenal suku, daerah pengiriman ataupun usia dengan berkomunikasi yang baik, yang menampilkan SAMSUNG mempunyai jati diri, tanggung jawab dan rela melayani semuanya demi kepentingan bersama.
Strategi harga dalam bauran kebijakan cukup penting meski bersifat tradisional, namun merupakan sebuah postulat yang tak pernah lekang bahwa konsumen akan menekan biaya semurah-murahnya dalam biaya hidup mereka selama mereka mampu. Karena harga yang murah akan memberikan peluang konsumen menggunakan dengan lebih efektif dan efisien sebagai pelanggan yang mampu menggunakan dananya untuk kegiatan dengan pendapatan terbatas dan kebutuhan hidup yang lebih banyak dan bervariasi.
Kebutuhan dana yang cukup besar dan investasi jangka panjang dengan sasaran yang tepat dibutuhkan oleh investor. Maka kepercayaan investor perlu dijaga agar tetap menanamkan investasinya pada SAMSUNG. Hal ini merupakan sebuah tantangan SAMSUNG ke depan bahwa kepercayaan Investor perlu dijaga dan dijamin keutuhannya, sehingga pertumbuhan usaha terus dijaga dengan meningkatkan pelanggan, ifisiensi, provitabilitas yang tinggi dan memiliki pangsa pasar yang luas dan loyal.
Stragi pemasaran di atas dilakukanoleh SAMSUNG dalam mengahdapi berbagai persaingan perusahaan Elektronik. Maka perlu kualitas sumber daya manusia dalam bidang pemasaran yang handal yang didukung oleh produk yang handal, promosi yang mendukung, dan harga yang terjangkau.
4. TACTICS
Taktik yang SAMSUNG gunakan adalah berpikir luas,mengadakan hubungan dengan sumber luar agar jaringan dan dukungan luas. Taktik yang lain adalah selalu menjadi nomor satu dari bidang elektronik, nilai kepribadian dengan merek yang baik.
Akankah SAMSUNG tetap hanya dengan strategi perang harga, namun SAMSUNG seperti halnya penjelasan di atas mengembangkan berbagai macam strategi. Kiranya taktik perang harga tidak selamanya baik dan benar karena akan memunculkan boomerang bagi perusahaan. Namun dukungan pelayanan, prosduksi, kualitas dan fasilitas layanan itu harus ditingkatkan dan dipertahankan, agar pelanggan hanya tidak memperoleh harga murah tapi pelayanan yang buruk. Pengiklanan yang jujur dan baik penting sehingga tidak melahirkan kekecewaan di kalangan konsumen.

5. ACTION (Tindakan)
Action (tindakan) yang dilaksanakan SAMSUNG adalah belajar sungguh-sungguh, membaca banyak keinginan publik untuk menambah ilmu, aktif mengikuti perkembangan SAMSUNG, rela bekerja keras demi kepentingan bersama.
Semua aksi atau tindakan tidak akan berhasil tanpa kerjasama tiap bagian organisasi perusahaan, sehingga kerjasama dari semua bagian cukup dibutuhkan, agar sasaran yang diinginkan dapat tercapai. Tindakan yang tepat sasran, strategi yang matang dan taktik yang jitu cukup dibutuhkan dalam organisasi.
6. CONTROL(Pengawasan)
Mengontrol atau mengawasi semua strategi dan kegiatan yang sudah kita jalankan, dengan mengecek penerimaan image publik yang ada, dengan mengambil sampel acak bertanya tentang tanggapannya dan teknik lainnya untuk menggali kesan mereka tentang SAMSUNG . Perlu adanya riset yang lebih dalam tentang layanan, persepsi pelanggan, persepsi pasar, loyalitas pelanggan dan kekuatan dalam persaingan, karena persaingan mereka cukup bebas dan mendekati bentu sempurna.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, Samsing telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO), ISO 9002 dan ISO 14002.

5. Kesimpulan
Dalam analisis SOSTAC tedapat kelemahan yang diantaranya analisis strategi dan taktik tidak komperhensif sehingga analisis controlnya tidak terfokus. Kelebihannya adalah memberikan panduan dalam menganalisis secara detail sarana komunikasi penciptaan kesan diri. Walaupun masih terdapat beberapa kelemahan tetapi setidaknya dapat memberikan panduan melangkah dalam tindakan yang lebih strategic, sehingga memunculkan keyakinan akan mencapai hasil yang lebih baik
Bukan hal yang mustahil,dengan pencapaian corporate branding ini menuntun pada pencapaian cita-cita yang lebih tinggi. Dalam jangka pendek ini, SAMSUNG berhasil melabel dirinya sebagai pemimpin operator seluler. Kedepannya dalam jenjang berikutnya SAMSUNG menjadi operator seluler yang sangat diperhitungkan dalam kepemimpinan persaingan perusahaan sejenis. Jika image ini bertahan terus sampai nanti, SAMSUNG yakin akan menempatkan posisi operator seluler pada kedudukan yang penting dalam berbagai bidang terutama di dalam organisasi Perusahaan operator Seluler untuk memimpin persaingan perusahaan seluler.
SAMSUNG merupakan Operator seluler dengan bran image Operator Baik, Operator Murah, Operatur Jaringan Internasional, Operator jaringan Nasional yang Luas. SAMSUNG merupakan organisasi yang merupakan lembaga yang menggunakan Model SOSTEC dalam usahanya. SAMSUNG telah melakukan kontrol. Internal Perusahaan dan Eksternal yaitu pemerintah sebagai Operatot seluler yang bertanggung jawab.
Alat analisis yang ada dalam SOSTAC dapat membantu menjalankan roda usaha di dalam persaingan usaha yang makin berat dengan persaingan dengan perusahaan sejenis yang mapaan dan baru yang kreatif dan capital yang bersaingin. Maka perlu strategi yang baik, sasaran yang tepat, analisis situasi yang handal, taktik yang tepat sasaran, tindakan yang tepat dan pengawasan yang terpadu baik dari dalam dan luar perusahaan.




















DAFTAR PUSTAKA

Bambang, 2008. Mentari Ikut Bermain di Tarif Per Detik, Biskom, 2008.

Ilham Prisgunanto M,Si. 2006. Komunikasi Pemasaran. Ghalia Indonesia jakarta september 2006

Hermawan Kertajaya. 2004. Marketing Yourself : kiat sukses meniti karir dan bisnis Jakarta. Mark Plus & co. 2004

Analisis SOSTAC Pada Kartu AXIS

Analisis SOSTAC Pada Kartu AXIS

1. Pendahuluan
Persaingan usaha bidang operator seluler cukup ketat, dengan munculnya beberapa operator baru yang lahir, dan mampu tetap eksis dan bertahan merebut pelanggan. Suatu perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia yang tek pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah revolusi besar di bidang komunikasi, dan semakin cepatlah globalisasi dan tiada batas antara wilayah dan Negara.
Munculnya persaingan itu telah melahirkan berbagai macam persaingan yang sehat maupun tidak sehat. Perang harga terus terjadi, diikuti inovasi-inovasi tentang fitur layanan bagi pelanggan. Pelanggan banyak mendapatkan pilihan, dan saatnyalah bahwa pembeli atau konsumen adalah raja. Sehingga operator seluler saat ini harus memanjakan pelanggannya agar tidak ditinggalkan pelanggan menuju operator lainnya.
Makin banyak operator seluler, alternatif layanan telekomunikasi makin beragam. Operator seluler baru melakukan validasi terhadap 30 persen pelanggan seluler di seluruh Indonesia. Dari 106.701.141 pelanggan yang tercatat baru 32.491.599 orang yang memiliki data benar. Demikian laporan terakhir yang dirilis Ditjen Postel Depkominfo di Jakarta, Jumat (1/8). Angka tersebut merupakan hasil pengecekan lapangan terhadap verifikasi dan validasi kartu prabayar, baik layanan telekomunikasi seluler dan maupun FWA (Fixed Wireless Access) yang dilaporkan semua operator. (Pulsa Murah, 2008)
Direktorat jendral Pos dan telekounikasi menyatakan dari 50.548.000 pelanggan Telkomsel, baru 11,27 persen tervalidasi atau sekitar 5.700.000 orang sampai 30 Juni 2008. Sedangkan Indosat menjadi operator dengan tingkat validasi pelanggan pra bayar tertinggi yaitu 85,59 persen, dari 25.750.628 pelanggan, tervalidasi 22.040.881 pelanggan sampai 31 Maret 2008. Sampai 30 Juni 2008, pelanggan XL baru 0,6 persen yang tervalidasi atau baru 13.667 pelanggan dari 22.423.262 dan merupakan tingkat validasi terkecil dibandingkan operator lain.(Pulsa Murah, 200 8)
AXIS (Natrindo Telepon Seluler) baru memvalidasi 15,5 persen pelanggannya yaitu 92.097 orang dari 591.990 pelanggan sampai 12 Juli 2009. Sementara PT Huchinson CPT telah memvalidasi 78,5 persen pelanggan yaitu ada 2.520.627 orang dari 3.209.196 pelanggan. Mobile-8 baru melakukan validasi terhadap 58,4 persen pelanggannya yaitu 1.798.458 dari 3.078.569 teregistrasi, dan total pelanggan mereka sebanyak 3.772.079. Sementara dari 504.330 pelanggan Sampoerna Telecom, telah tervalidasi 80 persen atau 325.869 pelanggan dan Smart Telecom telah memvalidasi 80 persen pelanggan atau 403.464 pelanggan dari 504.330.
Untuk pengguna ponsel nirkabel terbatas (FWA), baru tervalidasi sekitar 61 persen atau sebanyak 7.230.700 orang dari 11.824.024 total pelanggan dari tiga operator yaitu Indosat, Telkom dan Bakrie Telecom. Sebanyak 90 persen pelanggan Starone Indosat atau 616.139 orang tervalidasi dari 677.163 pelanggan.
Sedangkan Flexi Telkom telah memvalidasi 81,7 persen atau 5.470.940 orang dari total 6.690.198 pelanggan. Bakrie Telecom baru memvalidasi 25,6 persen pelanggan Esia atau 1.143.621 orang dari 4.456.663 orang.
Dalam siaran pers tersebut, Direktorat jendral Pos dan telekomunikasi menghimbau kepada para pengguna jasa telekomunikasi seluler dan FWA untuk memberikan data registrasi yang benar dan valid, karena Peraturan Menteri Kominfo No. 23/M.KOMINFO/10/2005 tentang Registrasi Terhadap Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Pasal 4 Ayat (6) menyebutkan, bahwa penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menonaktifkan nomor pelanggan jasa telekomunikasi yang terbukti atau diketahui menggunakan data sebagaimana dimaksud ayat (2) dalam bentuk identitas palsu atau tidak benar atau identitas milik orang lain tanpa hak atau tanpa seizin orang yang bersangkutan. (Pulsa Murah, 2008)
Persaingan seluler begitu tajam seperti data di atas memunculkan berbagai persaingan yang sehat maupun tidak sehat. Permasalahan itu muncul juga dalam Perusahaan Seluler AXIS saat ini. Berita paling kontroversial menjelang akhir bulan, sudah pernah dengar operator baru AXIS atau malahan sudah memakai secara gratis GPRS 100mb, yang membuat terkejut ternyata AXIS mendapat Isu disponsori oleh Gereja Penyembah Setan.
Benarkan AXIS ini adalah disponsori oleh gereja penyembah Setan, angka 6 di daftar tarif itu menandakan angka setan 666 dan Siapakah gereja setan itu ?, Dari beberapa fakta yang ada AXIS ini merupakan perusahaan yang telah diakuisisi oleh Saudi Telecom dan sebuah perusahaan Malaysia. AXIS ini sebelumnya bernama NTS (Natrindo Telecom Selular) menurut kabar dari detik.com frekuensinya mau di cabut lantaran tidak digunakan sepenuhnya.
AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia, yakni Saudi Telecom Company (STC), penyedia layanan telekomunikasi nasional yang berbasis di Arab Saudi; dan Maxis Communications, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama kami bertekad untuk menanamkan modal dan memberikan kontribusi penuh bagi pembangunan dan pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.
Didirikan pada tahun 1998, Saudi Telecom Company (STC) menyediakan layanan komunikasi lengkap seperti telepon tetap dan bergerak, internet, dan layanan data. Perusahaan ini beroperasi melalui empat anak usahanya (Alhatif, Aljawal, Saudi Data, and Saudinet) dan adalah satu-satunya penyedia layanan telepon tetap, data, dan internet di Arab Saudi.
Pada tahun 2005, pemerintah Arab Saudi mengurangi sahamnya di perusahaan tersebut dengan menawarkan 30 persen ekuitas kepada publik. Pada triwulan ketiga 2006, STC sudah menguasai sekitar 71 persen pangsa pasar di Arab Saudi. Saat ini kapitalisasi pasar STC telah mencapai sekitar US$40,5 milliar.
Maxis Communications adalah perusahaan penyedia telekomunikasi terbesar di Malaysia, yang memiliki investasi di industri telekomunikasi di India dan Indonesia. Maxis menyediakan layanan telepon seluler dan tetap, serta layanan gateway internasional. Per tanggal 31 Maret 2007, jumlah total pelanggan telepon seluler Maxis di Malaysia mencapai 8,5 juta (menunjukkan pangsa pasar sebesar 41,5%). Maxis mencatat pendapatan sebanyak RM 6,96 milliar dan EBITDA sebesar RM 3,76 milliar pada tahun fiskal yang berakhir 31 December 2006.
Entah terkait dengan launching-nya operator telepon GSM AXIS di Jakarta atau tidak, belakangan ini tersebar isu tidak sedap mengenai AXIS, yaitu bahwa AXIS adalah kartu setan. Kabar ini menyebar melalui SMS, forum diskusi internet, dan juga komentar-komentar di blog.
AXIS telah menunjuk Ericsson untuk mendorong program perluasan jaringannya secara nasional. Ericsson akan membangun jaringan AXIS di Jakarta, Banten, Sumatera serta membangun sekitar 2.100 BTS.
Teknologi yang akan diimplementasikan Ericsson meliputi GSM, 3G, radio access, serat optik dan transmisi microwave. Termasuk dalam kerjasama ini adalah layanan managed services hingga tahun 2010 yang mencakup dukungan teknis dan operasional jaringan.
Ericsson juga akan membantu AXIS dalam mengelola dan mengoperasikan jaringan AXIS di daerah-daerah tersebut termasuk pengoperasiannya di lapangan serta dukungan layanan lainnya.
Erik Aas, Presiden Direktur dan CEO AXIS mengatakan, Ericsson telah menjadi salah satu mitra utama AXIS mulai dari awal peluncuran layanannya. “Mitra strategis seperti Ericsson adalah kunci dari keberhasilan AXIS untuk mewujudkan misinya menjadikan layanan komunikasi terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,”
Sementara Bengt Thornberg, President Ericsson Indonesia berpendapat, keputusan AXIS untuk mempererat kemitraan ini adalah suatu hal yang sangat penting bagi Ericsson Indonesia. “Bukan hanya karena ini adalah kelanjutan dari kerja sama yang sudah berlangsung, tetapi juga jejak langkah perluasan jaringan tercepat ke daerah-daerah yang sedang berkembang di seluruh Indonesia,” tandasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detik INET, Senin (27/10/2008).
Perkembangan AXIS yang merupakan perusahaan telephon seluler yang bergerak di bidang operator seluler menghadapi berbagai macam tantangan, ancaman, hambatan, dan berbagai rintangan dalam persaingan Industri telekomunikasi yang berkembang cepat di Indonesia. Namun sampai September 2008 target Axis belum dapat tercapai seratus persen hanya 62,5 % dari target yang ditentukan. Hal ini akibat dari berbagai kendala yang ada. Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis yang harus dicapai oleh AXIS dalam mencapai target. SOSTAC (Situations Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Actions, and Control) merupakan pendekatan komunikasi modern yang akan digunakan dalam pendekatan analisis dalam menghadapi kasus-kasus dari AXIS. Terutama dalam target pemasaran yang akan dicapai.

2. Rumusan Masalah
Target Pemasaran dalam penjualan produk terutama dengan menggunakan Marketing Mixed, yaitu dengan berbagai analisis pendekatan dalam menghadapi hambatan dan tantangan dapat dilakukan sebuah analisis yang tepat.
1.Apakah Model pendekatan SOSTAC dalam penyelesaian masalah yang dihadapi oleh AXIS?
2.Bagaimana Model Pendekatan SOSTAC dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh AXIS dalam hal Managemen dan Marketing?
3.Seberapa Efektifkah model SOSTAC dalam mengatasi persoalan marketing?
4.Kapankan Model SOSTAC dapat dilakukan dan dilaksanakan dalam model marketing untuk memperoleh hasil sesuai target yang ditentukan?
Pendekatan dalam manajemen dan komunikasi ini dilakukan agar diperoleh target perusahaan sesuai yang diinginkan dengan berbagai persoalan yang muncul.

3. Landasan Teori
3.1 Definisi model SOSTAC.
SOSTAC adalah singkatan atau ringkasan tahapan-tahapan proses strategi pemasaran oleh Paul R. Smith (1990). SOSTAC terdiri dari :
1.Situation Analysis. (Analisis Situasi) yang mana terdiri dari SWOT Analysis, PEST Analysis, Marketing Mix(bauran kebijakan) dan Competitive Position (posisi persaingan).
2.Objectives. (obyektif) Kemana kita akan pergi (Where do we want to go)? Terdiri dari : Ashridge Mission Model, 5 P’s Model, SMART.
3.Strategy(strategi). Bagiamana kita mendapatkanya (How are we going to get there)? Terdiri dari : Market Segmentation (sekmentasi pasar) dan Positioning.
4.Tactics (taktik). Yang lebih detail dari strategi. Berupa Tools (alat) dan Komunikasi (Communication).
5.Actions (aksi) . Implementasi, pengambilan perencanaan kerja dalam Action Plan (perncanaan aksi) . Terdiri dari RACI Model, CSFs dan, KPIs
6.Control(pengawasan). Track progress melalui pengukuran (measuring), pengawasan (monitoring), pengecekan (reviewing), penempatan (updating and modifying). Terdiri dari Kinerja manajemen (Performance Management) dan Blanced Scorecard.
Keunikan metode SOSTAC adalah sederhana (simplicity). Pendekatan adalah memenuhi tahapan secara bersama-sama dalam menciptakan perencanaan pemasaran (marketing plan). Terdiri dari 5 C’s of Marketing Strategy (strategi pemasaran 5C), Feasibility Study (studi kelayakan), VMOST dan Customer Relationship Management (manajemen hubungan dengan paelanggan).

3.2. SWOT
Merupakan analisis dari Strength (kekuatan) , Weakness (Kelemahan), Oportunity (Peluang) dan threat (Ancaman). Merupakan analisis manajemen yang berdasarkan pada kepekaan terhadap lingkungan manajemen terutama marketing atau pasar.
Strength (Kekuatan) adalah berupa modal, kemampuan sumber daya manusia, teknologi, jaringan, dan brand image tau merek yang dimiliki merupakan kekuatan yang dibutuhkan perusahaan dalam mengembangkan diri dalam mencapai target atau sasaran.
Weakness (kelemahan) adalah berbagai macam kelemahan yang dimiliki perusahaan, seperti isu-isu negative yang muncul, jaringan yang terbatas, tenaga pemasaran yang masih kurang mengakar dalam jaringan, serta kelemahan-kelemahan lain yang memungkinkan untuk menjadi kendala dalam meningkatkan target atau sasaran yang harus dicapai.

3.3 PEST
PEST analysis adalah merupakan pola kerja dan strategi konsultan menggunakan pengamatan lingkungan makro eksternal (scan the external macro-environment) dalam setiap operasi perusahaan. PEST adalah singkatan dari : Political, Economic, Social and Technological (Politik, ekonomi, sosial da teknologi)
PEST factors merupakan sebuah aturan main yang penting dalam strategi menciptakan peluang nilai kreasi. Meskipun bahasa selalu diluar kontrol dari perusahaan dan harus normal terdiri dari kesempatan atau peluang lain. Bersama macro-economical factors (factor makro ekonomi) dapat berbeda tiap continental, negara atau suatu tempat, juga biasanya analisis PEST seharusnya dicitrakan tiap negara. Berikut ini terdapat contoh dari tiap faktor-faktor tersebut :
1.Political (incl. Legal) /Politik (memasukkan hukum)
Penelitian berjenjang Kebijakan lingkungan dan proteksi, pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan pemerintah.(Environmental regulations and protection Economic growth Income distribution Government research spending)
2.Economic (ekonomi)
Kebijakan pajak, suku bunga dan moneter, kependudukan, tingkat pertumbuhan penduduk, pembagian usaha industri berfokus pada teknologi. (Tax policies Interest rates & monetary policies Demographics, Population growth rates, Age distribution Industry focus on technological effort )
3.Social (Sosial)
Kebijakan perdagangan internasional dan retriksi pemerintah, perlindungan tenaga kerja, mobilitas sosial, penemuan dan pengembangan kontrak baru. Pemberdayaan hkum, perlindungan konsumen. Kebijakan pengangguran, merubah gaya hidup, tingkat transfer teknologi, Hukum perburuhan, pajak tenaga kerja dan pengembangan perilaku semangat wira usaha. (International trade regulations and restrictions, Government spending Labor / social mobility, New inventions and development, Contract enforcement law Consumer protection, Unemployment policy, Lifestyle changes Rate of technology transfer, Employment laws Taxation Work/career and leisure attitudes Entrepreneurial spirit)
4.Technological (teknologi)
Siklus hidup dan kecepatan dari perkembangan teknologi, organisasi pemrintah, tingkat perubahan perilaku pendidikan pengunaan energi dan biaya. Kebijakan persaingan, tingkat inflasi, fase perubahan dalam teknologi informasi, tingkat stabilitas politik dari siklus bisnis, jaminan kesehatan dan kesejahteraan, naluri dari pengamanan perubahan dalam internet, kebijakan perlindungan kepercayaan konsumen, keyakinan hidup, kondisi teknologi yang dalam situasi bergerak. (Life cycle and speed of technological obsolescence Government organization / attitude Exchange rates Education Energy use and costs. Competition regulation Inflation rates Fashion, hypes (Changes in) Information Technology Political Stability Stage of the business cycle Health consciousness & welfare, feelings on safety (Changes in) Internet , Safety regulations Consumer confidence Living conditions (Changes in) Mobile Technology )
Melengkapi PEST Analysis adalah relatif sederhana dan dapat dikerjakan melalui pelatihan (via workshops) menggunakan teknik wawancara (brainstorming). Penggunaan dari PEST analysis bisa bermacam-macam dari perusahaan dan strategi perencanaan, perencanaan pemasaran, pengembangan usaha dan produksi, dan catatan penelitian (company and strategic planning, marketing planning, business and product development, dan research reports.)
Varian dari PEST Analysis selalu seperti SLEPT Analysis (plus Legal) or the STEEPLE Analysis: Social/demographic (sosial/kependudukan), Technological(teknologi), Economic(ekonomi), Environmental(lingkungan)/ natural(alam) , Political(politik), Legal (hukum) dan Ethical factors(factor etik). Juga Geographical factors (factor geografi) adalah signifikan.

3.4 Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Menggambarkan model Marketing Mix (juga dikenal dengan 4 P dapat digunakan oleh tenaga marketing merupakan alat yang banyak digunakan dalam strategi pemasaran. Marketing managers (manajer pemasaran) menggunakan metode ini untuk menggerakkan atau mendorong secara optimal dari target yang telah ditentukan agar tercapai dari berbagai variables yang dijalankan. Adalah penting memahami prinsip-prinsip Marketing Mix (bauran kebijakan) sebagai variabel kontrol. Marketing Mix (baurna kebijakan) disesuaikan dengan dasar frekuensi pertemuan dibutuhkan untuk mengubah sejumlah target dan lingkungan pemasaran yang treus bergerak secara dinamis.
1.Product(barang)
Sejarahnya, pemikirannya adalah produksi barang akan sendirinya meskipun adalah prosduk yang kurang baik setiap hari lebih tinggi dalam pasar kompetitif. Plus adalah berupa hukum yang dibawa oleh pelanggan lebih baik untuk dikirim produk kembali yang jelek tersebut. Berbagai macam pertanyaan dari barang akan bekerja pada organisasi yang diciptakan yang dibutuhkan konsumen. Mendefinisikan karakteristik dari produk atau jasa yang dilihat dan dibutuhkan pelanggan. Memfungsikan ; Quality (kualitas); Appearance; Packaging(kemasan); Brand (merek); Service(jasa); Support(pendukung); dan Warranty(garansi).


2.Price (Harga)
Berapa harga yang diinginkan pelanggan untuk dibayar harus dipertimbangkan. Disini terdiri dari strategi harga tidak menjadi masalah. Kejadian jika anda memilih tidak menjawab hanya uang untuk barang dan jasa, anda harus merealisasikan bahwa sebuah keputusan penting dan bagian dari stategi harga (pricing strategy). Meskipun harga pesaing adlah lebih lama dipilih, pelanggan selalu kelihatan sensitive untuk potongan harga dan harga kusus. Price (harga) juga memiliki sisi irasional, tidak selalu harga mahal barang nya baik. Persaingan Permanen dari harga dari berbagai macam perusahaan tidaklah sangat dekat dengan sensitifitasnya. Daftar Harga berupa Discounts(potongan); Financing(keuangan) ; Leasing Options; dan Allowances.

3.Place (Tempat)
Kemampuan untuk memilih tempat yang tepat, seperti waktu yang tepat, dalam jumlah yang tepat. Barang akan berubah nilainya di tempat yang berbeda. Seperti internet dan telefon genggam. Lokasi, Logistik; anggota jaringan; Jalur motivasi, Pasar, Tingkat pelayanan, Internet, dan Mobil.



4.Promotion (Promosi)
Bagaimana memilih target kelompok dalam organisasi dan produksinya. Mengeluarkan semua kekuatan senjata tempur pemasaran yaitu advertising (pengiklanan), selling(penjualan), sales promotions(propaganda penjualan), Direct Marketing (penjualan langsung), Public Relations(kehumasan), dan lain-lain. Sisi lain 3 P memiliki kelemahan dari pengertiannya pasar saat ini , Promosi menjadi lebih penting Promosi untuk memfokuskan diri pada Advertising(pengiklanan) ; Public Relations(kehumasan) ; Message(pesanan); Direct Sales(penjualan langsung); Sales(penjualan); Media(media); dan Budget(penganggaran).
Fungsi dari bauran pemasaran membantu mengembangkan bauran tidak hanya kepuasan dan kebutuhan pelanggan dengan target pasar, tetapi keterkaitan untuk memaksimalkan kinerja organisasi. Yang memasukkan berbagai bagian sejumlah dari Promosi untuk 4P sampai 5P dalam model Marketing Mix(bauran kebijakan).

3.5 Competitive Position (Posisi Persaingan)
Menggambarkan Posisi persaingan dari tingkat relatif dominan sebuah perusahaan dalam pasar membandingkan dengan kompetitor. Contohnya , Sebuah perusahaan memiliki target sebagai pemimpin pasar (market leader), atau tumbuh dari posisi ketiga menjadi dua, dalam pasar untuk penjualan pisang.
Juga, bisa diindikasikan dalam tingkat pasar sebagai market leader, challenger, follower atau niche player. Atau mengekspresikan prosentase pangsa pasar.
3.6 Management Berdasarakan Sasaran. (MBO)
Deskripsi MBO menerangkan secar obyektif dari setiap tenaga kerja dan membandingkan dan langsung selalu menggambarkan kineyang obyektif yang diatur. Peningkatan kinerja organisasional dengan menerapkan sasaran organisasi dengan obyektif dari subordinat melalui Organisasi. Idealya, tenaga kerja memiliki kekuatan yang memasuk diidentifikasi secara obyektif, tepat dan lengkap, dan sebagainya.
MBO memasukkan trak dari proses dan hasil yang diperoleh secara obyektif. Management by Objectives pertama kali dikenalkan oleh Peter Drucker (1954) dalam bukunya berjudul “The practice of Management/manajemen dalan Praktek”.
Prinsip Management by Objectives (manajemen berdasarakan sasaran) adalah :
Melalui tujuan organisasi (Cascading of organizational goals and objectives), Spesifikasi sasaran bagi anggota (Specific objectives for each member), membuat keputusan yang partisipatif (Participative decision making), periode waktu eksplisit (Explicit time period), dan evaluasi kinerja dan menghasilkan umpan balik (Performance evaluation and provide feedback).
Management by Objectives (manajemen berdasrkan sasaran) juga mengitruduksi metode SMART untuk mengecek validitas dan obyektifitas. Yaitu : kusus (Specific), terukur (Measurable), prestasi (Achievable), nyata (Realistic), dan hubungan waktu (Time-related).
Tahun 1990-an , Peter Drucker mengambil pengaruh dari metode manajemen organisasi kedalam perspektif, dimana ia berkata “It’s just another tool. It is not the great cure for management inefficiency. Management by Objectives works if you know the objectives, 90% of the time you don’t.” (tidak hanya satu-satunya alat. Yang tidak lebih besar untuk manajemn yang tidak efisien. Manajemen berdasarkan sasaran bekerja jika kita tahu sasarannya, 90% dari waktu bukan.

4. Gambaran Umum dan Pembahasan
4.1 Gambaran Umum tentang AXIS
PT Natrindo Telepon Seluler selaku pemegang merek AXIS merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia yang menawarkan layanan komunikasi yang inovatif dan ekonomis. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.
Logo AXIS mencerminkan aspirasi yang melambangkan kemajuan dan perubahan. Tekad AXIS adalah agar seluruh pelanggan dapat menikmati manfaat penuh dari layanan komunikasi bergerak untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia: yaitu Saudi Telecom Company, penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi; dan Maxis Communications Berhad, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia. Kedua investor utama AXIS bertekad memberikan kontribusi penuh bagi pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.
AXIS yakin bahwa yang terpenting bukan hanya “apa yang bisa di lakukan” tetapi juga “bagaimana melakukannya”. Tekad untuk selalu mengutamakan tanggung jawab dalam pekerjaan kami. Dimana pun berada, kami berkewajiban untuk menjalankan usaha dengan integritas, seperti yang tertera dalam Code of Conduct (kode etik) dan nilai-nilai perusahaan kami.
AXIS bangga menjadi sebuah korporasi yang bertanggung jawab. Tanggung jawab sosial perusahaan ini melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat luas dan komunitas setempat. AXIS berkomitmen untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendukung cita-cita pemerintah untuk kemajuan industri telekomunikasi di Indonesia.
AXIS didukung oleh lebih dari 400 karyawan yang dipimpin oleh tim profesional yang berpengalaman. Keinginannya adalah menjadi organisasi yang menarik dan dinamis. Organisasi yang menciptakan lingkungan kerja yang unik, memungkinkan profesional muda di dalamnya untuk mengembangkan diri dalam lingkungan yang mengutamakan gairah, inspirasi, akuntabilitas, kecepatan dalam bekerja, dan memiliki motivasi tinggi (SMART).
Komitmen perusahaan untuk menjalankan seluruh aktifitas dengan penuh tanggung jawab dan tidak lupa untuk selalu memiliki semangat tinggi. Dimanapun mereka berada, obligasi mereka untuk menjalankan bisnis dengan penuh integritas dan bertindak dalam Perturan dan nilai-nilai korporasi.
4.2 Tujuan dan Visi Perusahaan
Tujuan utama AXIS adalah untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemilik saham, pelanggan dan mitra mereka pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kerja Keras mereka untuk dapat menjadi kekuatan pendorong bagi penciptaan, menyederhanaan dan perkenalan komunikasi bergerak dan solusi-solusi kandungan seluler ke pasar.
Merek AXIS, mengartikulasikan ambisi perusahaan dan Logo mereka adalah simbol dari pergerakan dan perubahan, evolusi tanpa henti AXIS guna lebih mendukung pelanggan Untuk mendapatkan keuntungan penuh dari layanan komunikasi bergerak dalam kehidupan sehari-hari.
AXIS ingin agar para pelanggan dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, kapanpun mereka menginginkannya. AXIS akan menepati janji dan menghantarkan apa yang telah disebutkan. AXIS akan terus menerus memberikan inovasi dalam menyampaikan ide-ide segar.
4.3 Tata Kelola Perusahaan
AXIS beranggapan peraturan perusahaan yang baik merupakan alat penting agar dapat mencapai visi dan misi strategis perusahaan, mentaati nilai-nilai mereka dan untuk menjaga budaya perusahaan yang baik.
Peraturan dan ketentuan perusahaan meliputi keterbukaan dan transparansi kepada para pemegang saham, manajemen dan juga pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti karyawan, pembuat regulasi, pelanggan, para vendor dan supplier, pihak pemerintah yang berwenang dan masyarakat pada umumnya.
Secara berkala mereka melihat dan menilai kembali perkembangan peraturan dan ketentuan perusahan, dan mengubah peraturan kami sesuai dengan waktu dan kondisi yang berlaku. AXIS mentaati dan mengikuti semua peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
4.4 Budaya dan Kode Etik Perusahaan
Mereka beranggapan bahwa Etika dan Perilaku perusahaan merupakan peta tingkat tinggi yang dirancang untuk mengorientasikan seluruh karyawan perusahaan. Ini mempromosikan nilai cita-cita perusahaan yang mereka bawa ke pekerjaan, dan mendiskusikan perilaku yang mereka tentang atau larang. Peraturan perusahaan, petunjuk dan kegiatan memberi tambahan pada prinsip-prinsip ini.Menyediakan dengan rinci, apa yang mereka butuhkan dalam perkerjaan mereka sehari-hari.
Sukses perusahaan tergantung pada kinerja pribadi setiap karyawannya. AXIS harus dapat beradaptasi dan mengimplementasikan nilai standar tertinggi akan perilaku pribadi seperti yang telah tertanam dalam nilai-nilai perusahaan - istimewa, sederhana, mengedepankan manusia lebih dulu dan dapat dipertanggung jawabkan yang mereka upayakan dalam kegiatan sehari-hari. Pada intinya Kode Perilaku Perusahaan mengatur bagaimana mereka dapat menjiwai perilaku dan nilai-nilai tersebut dalam lingkukan pekerjaan, Khususnya dalam bagaimana kita menggambarkan perusahaan dan berhubungan dengan rekan sesama.
Setelah hadir di Surabaya dan Bandung, kini AXIS membuka layanan di Jakarta. AXIS memulai kiprahnya sebagai operator GSM nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing. Penawaran seperti itulah yang akhirnya dijadikan sebagai motto AXIS dengan tagline “GSM yang Baik”. “Penawaran harga yang rumit di pasar sering menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan telepon selular,” ujar Erik Aas, Presiden Direktur AXIS saat peluncuran AXIS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Erik menambahkan bahwa karena itu, Axis menawarkan kepada pelanggan telekomunikasi di Indonesia sesuatu yang benar-benar baru. Sebagai layanan GSM yang terjangkau, sederhana dan transparan dimana pelanggan dapat mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang dikeluarkan setiap selesai berkomunikasi.
Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif inggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
Axis saat ini telah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia.
4.5 Analisis dan Implementasi Manajemen dan Penyelesaian Kasus
Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh AXIS dalam model SOSTAC :
1. SITUATION (Situasi)
Saat ini penulis sedang menjalani pengamatan terhadap masalah yang dihadapi oleh AXIS dan situasi di dalam AXIS yang berbeda dengan situasi perusahaan ditempat lain, karena memiliki karakteristik tertentu. Lingkungan di AXIS relatif homogen karena terdiri dari sebagian besar pada gerak usaha operator seluler dimana staf pekerja AXIS adalah , marketing dan sebagian kecil dari non anggota pemasaran.Suasana yang terasa di AXIS ini adalah suasana marketing, terasa sekali semangat dan di tuntut untuk mencapai target pemasaran,sehingga bisa dikatakan situasi kondisinya logis tenaga marketing secara langsung ataupun supporting sitem. Sehingga untuk menjadi perhatian , keluasan usaha, cakrawala pengetahuan dalam bidang marketing menjadi hal yang penting.
Analisis SWOT yang adalah :
a.Strength (kekuatan)
AXIS memulai kiprahnya sebagai operator GSM nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing. Penawaran seperti itulah yang akhirnya dijadikan sebagai motto AXIS dengan tagline “GSM yang Baik”. “Penawaran harga yang rumit di pasar sering menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan telepon selular,” ujar Erik Aas, Presiden Direktur AXIS saat peluncuran AXIS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Erik menambahkan bahwa karena itu, Axis menawarkan kepada pelanggan telekomunikasi di Indonesia sesuatu yang benar-benar baru. Sebagai layanan GSM yang terjangkau, sederhana dan transparan dimana pelanggan dapat mengetahui dengan pasti berapa jumlah uang yang dikeluargkan setiap selesai berkomunikasi.
Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif tinggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
Axis saat ini telah beroperasi di Jawa TImur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia.
Akankah Axis bakal terus menjadi “GSM yang Baik” ataukah ikut terjun ke arena perang tarif selular yang membingungkan.
Kekuatan AXIS adalah telah terbangun kesan di dalam masyarakat dan pelanggan bahwa AXIS adalah Operatot seluler yang baik.
b.Weaknest (kelemahan)
Tarif per detik saat ini sedang gencar ditawarkan oleh semua operator GSM. XL lewat Kartu Bebas, Telkomsel lewat kartu As dan Simpati dan Indosat dengan IM3. Kini, Mentari pun mulai bermain dengan tarif per detik. Namun, konsepnya seperti Simpati yaitu pelanggan diberi dua pilihan yaitu tarif per detik dan tarif per 30 detik. Program Mentari dengan tarif per detik yang dinamai Mentari Sakti ini merupakan kelanjutan dari program Mentari lainnya yang telah dikenal masyarakat sebelumnya.
Dengan program ini, pelanggan Mentari bisa berhemat karena dapat melakukan percakapan dengan tarif murah dari detik pertama. Tarif yang berlaku untuk Mentari Sakti adalah Rp. 5/detik berlaku pukul 23.00 - 17.00 dan Rp. 20/detik berlaku pukul 17.00-23.00. Program promosi ini berlaku mulai 9 April hingga 30 Juni 2008.
“Seperti telah diketahi bahwa sebelumnya Indosat memperkenalkan tarif per detik yang murah pada kartu IM3. Sekarang giliran pelanggan Mentari juga mendapatkan kesempatan yang sama. IM3 lebih cocok untuk pengguna yang menelepon ke sesama operator dalam jangka waktu yang panjang, sedangkan Mentari cocok bagi pengguna yang sering menelepon ke semua operator manapun setiap saat,” ujar Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat, pada peluncuran Mentari Sakti di Gedung Indosat, Jakarta (14/4).
Selain meluncurkan program Mentari Sakti, Indosat juga mengeluarkan tarif terbaru untuk kartu pascabayar Matrix, yaitu tarif Rp. 15 per detik berlaku ke semua operator. Seperti halnya Mentari, program Matrix ini juga ada dua pilihan yaitu tarif per 15 detik dan tarif per detik.
Tarif yang ditawarkan oleh semua operator telekomunikasi di Indonesia semakin menarik, namun itu saja belum cukup karena kualitas layanan juga harus semakin ditingkatkan. Akhirnya pelangganlah yang akan menentukan operator mana yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. (Bambang, 2008)
Di jajaran operator GSM, XL bisa dibilang paling akhir dalam menurunkan tarif dasar layanan. Kebijakan baru ini sebagai tindak lanjut atas penurunan tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April 2008. Menurut informasi dari XL, tarif dasar yang baru turun dari 2% hingga 74%. Penurunan berlaku di hampir semua layanan percakapan (XL Xplor, XL Bebas, dan XL Jempol). Nilai 74 persen tidak jauh beda dengan operator Indosat yang resmi menurunkan tarif dasar hingga 73 persen beberapa waktu sebelumnya. Penurunan tarif dasar yang jaraknya tidak terpaut jauh dan nilai yang tidak jauh berbeda mengesankan bahwa dua operator ini saling berkompetisi terang-terangan.
”Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah yang telah menurunkan tarif interkoneksi dengan tujuan agar tarif telekomunikasi bisa mengikutinya. Penurunan tarif XL ini adalah komitmen kami untuk mendukung tersedianya tarif murah telekomunikasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, pada keterangan tertulis yang diterima Biskom.
Dalam tarif dasar untuk layanan percakapan yang baru, XL menerapkan penyederhanaan tarif agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. XL hanya menerapkan dua macam tarif untuk setiap jenis produknya, yaitu tarif ke sesama XL (on-net) dan tarif ke operator lain (off-net) tanpa mengenal jarak (tanpa zona lokal, tetangga, seberang).
Mengikuti penyesuaian tarif interkoneksi, XL menerapkan tarif baru, yaitu untuk tarif ke sesama XL produk prabayar Bebas menjadi Rp 375/30 detik. Untuk tarif ke operator lain dan PSTN tarif turun menjadi Rp 750/ 30 detik.
Sementara itu, untuk layanan prabayar Jempol, untuk tarif ke sesama XL tarif dasar tahun 2008 sama dengan tarif sebelumnya yaitu Rp 500/30 detik. Untuk tarif ke operator lain dan PSTN tarif turun menjadi Rp 750 / 30 detik.
Untuk layanan pasca bayar Xplor, tarif ke sesama XL menjadi Rp 375 / 30 detik. Sementara itu, ke operator lain menjadi Rp 750/ 30 detik. Untuk ke PSTN menjadi Rp 750 / 30 detik.
Untuk SMS akan ada layanan SMS baru bagi pengguna prabayar dan pasca bayar XL dengan efektif tarif Rp 150/SMS ke semua operator. Tarif baru SMS ini akan mulai berlaku sejak 19 April 2008.
Meskipun tarif dasar baru XL ini dirilis setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penurunan tarif interkoneksi, XL mengklaim sudah jauh-jauh hari menurunkan tarifnya melalui program tarif promosi. Tarif murah XL mendapatkan pengakuan dari analis keuangan internasional Morgan Stanley yang menyatakan XL memiliki nilai pendapatan per menit (revenue per minute clean) termurah ke-2 di kawasan Asia. (Bambang, 2008)
Kelemahan AXIS adalah menghadapi pesaing-pesaing di atas adalah dengan persaingan harga yang cukup ketat, merupakan pemain lama yang memiliki, akses pelanggan dan jaringan yang cukup kuat. Sedangkan Indosat dan telkomsel adalah perusahaan BUMN yang memiliki kekuatan yang cukup mampu bertahan dan memiliki sebuah kemapanan secara keuangan dan politik.Sedangkan AXIs merupakan perusahaan swasta yang membutuhkan semangat perjuangan dengan kemandirian yang kuat.
c.Oportunity (Peluang)
Bertambah lagi operator telekomunikasi baru yang akan semakin menambah ramainya industri telekomunikasi tanah air yaitu AXIS. PT. Natrindo Telepon Selular merupakan pemegang merek AXIS yang memperoleh lisensi GSM dan 3G. AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.
“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan sederhana,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Saat ini cakupan jangkauan AXIS terbentang mulai dari Surabaya sampai Magetan dan dari Lamongan sampai Malang, dengan didukung oleh 300 BTS. Axis secara secara agresif mengembangkan jaringan Axis dan akan memiliki lebih dari 1000 BTS di wilayah Jawa Timur sampai akhir 2008. Untuk skala nasional, tahun ini Axis menargetkan membangun sekitar 3000 BTS. Pengembangan wilayah secara geografis merupakan peluang yang cukup baik bagi AXIS, dimana jaringan belum di jangkau oleh operator mapan merupakan sisi peluang yang dapat ditempuh AXIS karena luasnya jaringan sangat membantu pemasaran dalam memasarkan produknya. Mulai merambahnya dan dikenalnya alat komunikasi nirkabel di kalangan masyarakat sampai pelosok-pelosok adalah peluang yang cukup menjanjikan bagi AXIS.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok. Uji layak atau feasibility dibutuhkan usaha untuk menjapai sasaran yang tepat dalam melakukan investasi, sehingga investasi dapat efektif dalam mencapai sasaran pelanggan dan pangsa pasar. Besarnya jumlah penduduk dan penyebaran yang tidak merata merupakan kesempatan dan peluang usaha yang baik dalam membangun jaringan baru bagi AXIS.
Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. “Dengan dukungan dua investor utama, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis, kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. Investasi kami akan membawa nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan yang lebih penting akan menyediakan kesempatan kerja langsung maupun uang tidak langsung dalam jumlah yang signifikan,” lanjut Erik. Akankah Axis bisa bersaing memperebutkan kue telekomunikasi dengan operator yang sudah ada. (Bambang, 2008)
AXIS memiliki peluang untuk berkembang di Indonesia bagian timur, karena Indonesia Timur memiliki peluang yang baik dalam Perluasan pasar GSM di Indonesia. Lebih jauh lagi bahwa peluang lain berkembang dengan konsumen yang makin cerdas maka merek sudah tidak lagi menjadi pilihan loyalitas pelanggan, Tabloid Pulsa bulan November 2008 menerangkan bahwa merek bukan lagi factor yang cukup mempengaruhi loyalitas pelanggan, ternyatya pelanggan lebih memperhatikan masalah harga, dan Fitur-Fitur yang dimiliki. Bahkan Fitur hiburan seperti MP3 cukup diminati oleh pelanggan. Maka kerjasama denga Sony Ericson merupakan sebuah terobosan besar, dan kemampuan bekerjasama dengan perusahaan produsen handset merupakan sebuah pelauang usaha yang positif. Artinya peluang merekrut konsumen dan meningkatkan loyalitas pelanggan dapat dilakukan dengan meningkatkan fitur atau atribut seluler yang mampu memenuhi keinginan pelanggan. Karena fitur cukup menjadikan keputusan pelanggan untuk mengambil keputusan untuk bekerjasama dengan perusahaan dan menjadi konsumen yang loyal.

d.Treath (Ancaman)
Firma riset pasar komunikasi melaporkan bahwa jumlah pelanggan seluler di seluruh dunia adalah tiga kali lipat daripada pelanggan telepon kabel. Selama 2007, jumlah pelanggan seluler tercatat 3,3 miliar sementara pelanggan telepon rumahan sebanyak 1,1 miliar. Jumlah pelanggan seluler tersebut diperkirakan akan mengalami kenaikan cukup pesat, terutama untuk kawasan BRIC (Brazil, Rusia, India, dan China).
Laporan Infonetics juga menunjukkan jumlah pelanggan seluler meningkat 31 persen di tahun 2007 dibanding 2006, sementara pelanggan telepon kabel hanya mengalami kenaikan sebesar 5 persen.
“Para pelanggan seluler di Brazil, Rusia, dan China, berpindah dari jaringan 2G dan 2,5G ke jaringan 3G mulai tahun 2008. Pelanggan GSM kini mencapai lebih dari dua digit angka di negara-negara BRIC,” tutur Stéphane Téral, analis di Infonetics Research.
Laporan lainnya menyebutkan bahwa Jumlah pelanggan seluler di seluruh dunia mencapai 5,2 miliar pada 2011. Pelanggan seluler broadband diperkirakan mengalami kenaikan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 104 persen dari 2007 hingga 2011. Pada 2011, sekira 1 pelanggan seluler broadband untuk setiap 4 pelanggan telepon kabel broadband. Jalur-jalur akses ditolak dan penetrasi broadband meningkat, memenuhi penetrasi pelanggan VoIP. Karibea dan Amerika Latin merupakan satu-satunya kawasan yang mengalami kenaikan jumlah pelanggan telepon kabel WiMAX menjadi alternatif bagi seluler 3G dan kabel broadband.Kesempatan cukup luas bagi AXIS untuk mengembangkan diri yaitu dengan jumlah pelanggan niirkabel tiga kali pelanggan kabel.
Pangsa pasar yang menjanjikan menunjukkan bahwa berbagai pesaing akan muncul di dalam pengembangan usaha telepon nirkabel ini. Terutama kemampuan daerah untuk membangun usaha milik daerah menjadikan ancaman baru terutama kebijakan reformasi di bidang otonomi daerah membuka peluang untuk itu. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa muncul operator local tak dapat dihindarkan lagi. Perkembangan teknologi VOIP merupakan ancaman besar karena merupakan peningkatan layanan melalui VOIP akan murah karena system kerjanya merupakan inovasi HT yang dapat memiliki jangkauan panjang dan bebasa biaya, hanya dengan memasang ripiter saja dan menggunakan warles dengan IP tertentu. Inovasi teknoligi invormasi cukup luar biasa dan besar dengan peningkatan kualitas masyarkat dalam menggunakan informasi dan telekomunikasi jarak jauh yang semakin mereka butuhkan.
2. OBJECTIVES (Sasaran)
Dengan melihat situasi yang terasa sekali nuansa pemasaran,tentunya pengaruh untuk turut serta dalam kegiatan menambah dan meningkatkan target yang dibutuhkan cukup tinggi, dan ingin menjadi orang pemasaran yang pintar, berpikiran logis, kritis, analitis dan berwawasan luas. AXIS ingin menanamkan image diri sebagai orang operator seluler yang memiliki jatidiri, karakter, tanggung jawab, visi dan misi untuk melayani masyarakat yang optimal dalam pelayanan komunukasi terutama dengan perusahaan telephon seluler dengan melakukan berbagai macam terobosan dan kerja sama .Sehingga jika orang lain atau masyarakat melihat AXIS ,mereka menganggap AXIS sebagai calon pemimpin perusahaan Seluler terkemuka di Indonesia kelak . Diharapakan oleh AXIS,dengan image AXIS yang demikian melekat dalam ingatan orang-orang, sehingga kelak, jika sudah pada waktunya nanti, hal ini akan membantu dalam loyalitas pelanggan AXIS, karena AXIS dianggap sebagai perusahaan yang memiliki kredibilitas yang tinggi, bisa memimpin perusahaan operator seluler lainnya. Hal ini membuat AXIS akan di perhitungkan dalam bursa telephon seluler kelak.
Bertambah lagi operator telekomunikasi baru yang akan semakin menambah ramainya industri telekomunikasi tanah air yaitu AXIS. PT. Natrindo Telepon Selular merupakan pemegang merek AXIS yang memperoleh lisensi GSM dan 3G. AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.
“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan simple,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Saat ini cakupan jangkauan Axis terbentang mulai dari Surabaya sampai Magetan dan dari Lamongan sampai Malang, dengan didukung oleh 300 BTS. Axis secara secara agresif mengembangkan jaringan Axis dan akan memiliki lebih dari 1000 BTS di wilayah Jawa Timur sampai akhir 2008. Untuk skala nasional, tahun ini Axis menargetkan membangun sekitar 3000 BTS.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok.
Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. “Dengan dukungan dua investor utama, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis, kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. Investasi kami akan membawa nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan yang lebih penting akan menyediakan kesempatan kerja langsung maupun uang tidak langsung dalam jumlah yang signifikan,” lanjut Erik. Akankah Axis bisa bersaing memperebutkan kue telekomunikasi dengan operator yang sudah ada. (Bambang, 2008)

Sasarannya adalah sektor telekomunikasi seperti hanya perusahaan Seluler lainnya. AXIS telah menerapkan penggunaan 5 P dan SMART dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini menjelaskan penerapan Manajemen berdasarkan Sasaran.
Mengejar pangsa pasar Indonesia bagian timur merupakan terobosan sasaran yang tepat, karena pengusaan operator mapan dalam hal ini adalah XL, Telkomsel, dan Indosat sudah mengusai sebagian besar Indonesia bagian barat. Sasaran berikutnya adalah eksekutif muda yang baru mempunyai daya beli dan menikmati pendapatan mereka dalam penggunaan seluler, maka harga yang murah menjadi pilihan mereka. Komunitas mereka lebih luas dan masyarakat komunitas cukup efektif untuk menjadi sasaran. Terutama komunitas internet yang tergabung dalam face book dan frienster,. Sehingga perlu membangun komunitas dengan memberikan stimulus, fasilitas layanan dan insentif bagi mereka.
3. STRATEGY
AXIS berusaha menarik perhatian dan simpati public atau masayarakat dengan berbagai isu dan pemberitaan serta berangkat dari sesuatu yang dikesankan negative menjadi positif. Merupakan perjuangan yang berat. Caranya dengan aktif dalam kegiatan iklan dan pemasaran dengan berbagai macam strategi menarik minat publik untuk menjadi pemakai operator seluler AXIS, aktif membuka diri dari berbagai pertanyaan dengan mebuat situs WEB dalam internet, berdiskusi dengan publik dan pelanggan, aktif dalam menaggapi saran-saran publik.
Web AXIS aktif bergaul,berkomunikasi dan berdiskusi dengan semua lapisan masyarakat atau public tanpa mengenal suku, daerah pengiriman ataupun usia dengan berkomunikasi yang baik, yang menampilkan AXIS mempunyai jati diri, tanggung jawab dan rela melayani semuanya demi kepentingan bersama.
AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.
“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan simple,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Strategi harga dalam bauran kebijakan cukup penting meski bersifat tradisional, namun merupakan sebuah postulat yang tak pernah lekang bahwa konsumen akan menekan biaya semurah-murahnya dalam biaya hidup mereka selama mereka mampu. Karena tariff yang murah akan memberikan peluang konsumen menggunakan dengan lebih efektif dan efisien sebagai pelanggan yang mampu menggunakan dananya untuk kegiatan dengan pendapatan terbatas dan kebutuhan hidup yang lebih banyak dan bervariasi.
Saat ini cakupan jangkauan Axis terbentang mulai dari Surabaya sampai Magetan dan dari Lamongan sampai Malang, dengan didukung oleh 300 BTS. Axis secara secara agresif mengembangkan jaringan Axis dan akan memiliki lebih dari 1000 BTS di wilayah Jawa Timur sampai akhir 2008. Untuk skala nasional, tahun ini Axis menargetkan membangun sekitar 3000 BTS.
Perluasan jaringan inilah yang menunjukkan bahwa produk dari AXIS mampu menjangkau pelanggan dari mana saja kapan saja dan mampu melayani konsumen yang memiliki mobilitas cukup tinggi. Karena bagi mereka yang mobilitas tinggi dengan kebutuhan informasi yang cepat dan tidak terganggu perluasan jaringan merupakan symbol dari kepercayaan mereka. Dimanapun berada mereka telah dipuaskan oleh AXIS. Adapun perkembangan investasi bukan hanya di kota besar dan metropolitan saja namun sudah mulai investor melirik Indonesia Timur. Sehingga Indonesia Timur merupan aliran pergeseran manusia yang pada periode-periode sebelumnya mereka terkonsentrasi ke barat.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok. Sasaran daerah wisatawan baik domestik maupun non domestic cukup menjadikan peluang bisnis komunikasi dan sumber pendapatan yang cukup baik dan memuaskan. Karena wisatawan lebih pada menggunakan keuangan mereka untuk kepuasan dalam melakukan kegiatan wisata mereka, dan mereka menginginkan pelayanan prima dalam berwisata.
Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. “Dengan dukungan dua investor utama, Saudi Telecom Company (STC) dan Maxis, kami berkomitmen untuk mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia. Investasi kami akan membawa nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan yang lebih penting akan menyediakan kesempatan kerja langsung maupun uang tidak langsung dalam jumlah yang signifikan,” lanjut Erik. Akankah Axis bisa bersaing memperebutkan kue telekomunikasi dengan operator yang sudah ada. (Bambang,2008)
Kebutuhan dana yang cukup besar dan investasi jangka panjang dengan sasaran yang tepat dibutuhkan oleh investor. Maka kepercayaan investor perlu dijaga agar tetap menanamkan investasinya pada AXIS. Hal ini merupakan sebuah tantangan AXIS ke depan bahwa kepercayaan Investor perlu dijaga dan dijamin keutuhannya, sehingga pertumbuhan usaha terus dijaga dengan meningkatkan pelanggan, ifisiensi, provitabilitas yang tinggi dan memiliki pangsa pasar yang luas dan loyal.
Stragi pemasaran di atas dilakukanoleh AXIS dalam mengahdapi berbagai persaingan perusahaan Operator Seluler. Maka perlu kualitas sumber daya manusia dalam bidang pemasaran yang handal yang didukung oleh produk yang handal, promosi yang mendukung, dan harga yang terjangkau.


4. TACTICS
Taktik yang AXIS gunakan adalah berpikir luas,mengadakan hubungan dengan sumber luar agar jaringan dan dukungan luas. Taktik yang lain adalah selalu menjadi nomor satu dari bidang telepon seluler, nilai kepribadian dengan merek yang baik.
Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif inggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
AXIS saat ini telah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia. “Akankah Axis bakal terus menjadi “GSM yang Baik” ataukah ikut terjun ke arena perang tarif selular yang membingungkan? “Kita tunggu saja. (Bambang, 2008)
Akankah AXIS tetap hanya dengan strategi perang harga, namun AXIS seperti halnya penjelasan di atas mengembangkan berbagai macam strategi. Kiranya taktik perang harga tidak selamanya baik dan benar karena akan memunculkan boomerang bagi perusahaan. Namun dukungan pelayanan, pros\duksi, jaringan dan fasilitas layanan itu harus ditingkatkan dan dipertahankan, agar pelanggan hanya tidak memperoleh harga murah tapi pelayanan yang buruk. Pengiklanan yang jujur dan baik penting sehingga tidak melahirkan kekecewaan di kalangan konsumen.
5. ACTION (Tindakan)
Action (tindakan) yang dilaksanakan AXIS adalah belajar sungguh-sungguh, membaca banyak keinginan publik untuk menambah ilmu, aktif mengikuti perkembangan atribut AXIS, rela bekerja keras demi kepentingan bersama.
Tindakan yang dilakukan adalah Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif inggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan. “Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh.
Axis saat ini telah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. AXIS akan menghabiskan satu milyar dolar AS hingga akhir tahun 2008 untuk perluasan jaringan serentak di Jawa dan Sumatera. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia.
Semua aksi atau tindakan tidak akan berhasil tanpa kerjasama tiap bagian organisasi perusahaan, sehingga kerjasama dari semua bagian cukup dibutuhkan, agar sasaran yang diinginkan dapat tercapai. Tindakan yang tepat sasran, strategi yang matang dan taktik yang jitu cukup dibutuhkan dalam organisasi.
6. CONTROL(Pengawasan)
Mengontrol atau mengawasi semua strategi dan kegiatan yang sudah kita jalankan, dengan mengecek penerimaan image publik yang ada, dengan mengambil sampel acak bertanya tentang tanggapannya dan teknik lainnya untuk menggali kesan mereka tentang AXIS . Perlu adanya riset yang lebih dalam tentang layanan, persepsi pelanggan, persepsi pasar, loyalitas pelanggan dan kekuatan dalam persaingan, karena persaingan mereka cukup bebas dan mendekati bentu sempurna.
Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO). Ketika ditanya mengapa Axis begitu terlambat untuk beroperasi, Erik mengatakan dua pemegang saham utama yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communication dari Malaysia membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dan membangun jaringan infrastruktur dahulu. “Dua perusahaan pemegang saham kita bertemu pada September (2007) dan untuk membangun infrastruktur selama lima bulan di Jawa Timur dan Jawa Barat serta Jabotabek,” kata Erik.
Dia menjelaskan dengan peluncuran secara resmi, Axis mencoba membuktikan kepada regulator bahwa mereka siap dan telah menggunakan frekuensi yang dialokasikannya.
Sebelumnya pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo mengingatkan NTS untuk menggunakan pita frekuensi yang dialokasikan kepadanya secara optimal dengan mengirimkan surat surat No. 308/ DJPT.4/KOMINFO/8/2008 tertanggal 29 Februari.
Bila PT NTS (AXIS) tidak juga menggunakan frekuensi tersebut dengan tidak segera melakukan operasional layanan, pemerintah telah menyiapkan dua opsi penarikan lisensi frekuensi. “Dua opsi itu adalah menawarkan frekuensi tersebut kepada operator yang berminat dengan pola menawarkan sesuai harga yang berlaku di pasar atau melakukan tender ulang dalam bentuk lelang,” kata Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, usai Rapat Dengar Pendapat dengan DPR-RI, di Jakarta, Senin (17/3).
Operator GSM, Axis mengklaim telah diaktivasi dua juta pelanggan pada minggu lalu dan sekarang sudah lebih dari dua juta orang, kata pimpinan komunikasi perusahaan Anita Avianty di Jakarta. Tiga wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian dua juta aktivasi tersebut yaitu Jabotabek, Sumatra dan Jawa Timur. Dari angka itu sebanyak 80 persen atau 1,6 juta pelanggan dalam posisi masih aktif. Namun ia belum bersedia mengungkapkan tingkat penggunaan pulsa (ARPU/Average Ratio Per Users) dari pelanggan Axis. Dengan telah tercapainya target pelanggan Axis 2008, pihaknya akan mengubah target jumlah pelanggan sampai akhir 2008.
“Secara internal pasti ada revisi target, tetapi pernyataan resminya saya belum tahu,”lanjutnya. Ia juga mengatakan, perusahaan itu Agustus 2008 mengklaim mendapatkan aktivasi dari sejuta orang setelah diluncurkan di Jakarta 23 April 2008. Sebelumnya Presdir dan CEO Axis, Erik Aas mengatakan Selasa (12/08), pihaknya telah mendapat aktivasi satu juta pelanggan, yang sebagian besar masih aktif. Tetapi ia enggan merinci berapa jumlah pelanggan yang aktif dan pengguna seluler yang hanya mengaktifkan starterpack Axis (silent number).
Sedangkan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia(BRTI) Heru Sutadi dalam pesan singkatnya mengatakan, sampai 12 Juli 2008, pelanggan Axis hanya 591.990 orang. Pihaknya mendapatkan data jumlah pelanggan seluler dari laporan masing-masing operator seluler kepada regulator.
Menanggapi hal itu Erik mengatakan, dirinya perlu mengecek lagi. “Saya tidak tahu dasar data itu, saya harus cek dulu. Tapi data satu juta aktivasi itu data yang benar, memang tidak semua nomor tersebut aktif,” katanya.
Erik menegaskan jumlah aktivasi pelanggan Axis meningkat dengan keberhasilan program promo Rp1 per telepon tanpa syarat itu.
AXIS meluncurkan program Bonus Waktu Bicara untuk para pelanggannya. Program ini memberikan bonus waktu bicara hingga dua jam yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan ke semua operator bagi pelanggan yang melakukan isi ulang pulsa mereka mulai 24 Oktober hingga 30 November 2008, kata Chief Marketing Officer, Johan Buse. AXIS telah melakukan kontrol. Internal Perusahaan dan Eksternal yaitu pemerintah sebagai Operatot seluler yang bertanggung jawab.
Pengawasan dapat dilakukan baik dari pengawasan internal, eksternal melalui akuntan public, dan eksternal melalui pemerintah dan badan pengawas persaingan usaha. Dengan pengawasan yang tepat dan benar akan diperoleh informasi perkembangan usaha yang terjadi. Sehingga tanpa pengawan yang lebih melekat control perusahaan tidak terjaga dengan baik dan mengancam eksistensi perusahaan AXIS.

5. Kesimpulan
Dalam analisis SOSTAC tedapat kelemahan yang diantaranya analisis strategi dan taktik tidak komperhensif sehingga analisis controlnya tidak terfokus. Kelebihannya adalah memberikan panduan dalam menganalisis secara detail sarana komunikasi penciptaan kesan diri. Walaupun masih terdapat beberapa kelemahan tetapi setidaknya dapat memberikan panduan melangkah dalam tindakan yang lebih strategic, sehingga memunculkan keyakinan akan mencapai hasil yang lebih baik
Bukan hal yang mustahil,dengan pencapaian corporate branding ini menuntun pada pencapaian cita-cita yang lebih tinggi. Dalam jangka pendek ini, AXIS berhasil melabel dirinya sebagai pemimpin operator seluler. Kedepannya dalam jenjang berikutnya AXIS menjadi operator seluler yang sangat diperhitungkan dalam kepemimpinan persaingan perusahaan sejenis. Jika image ini bertahan terus sampai nanti, AXIS yakin akan menempatkan posisi operator seluler pada kedudukan yang penting dalam berbagai bidang terutama di dalam organisasi Perusahaan operator Seluler untuk memimpin persaingan perusahaan seluler.
AXIS merupakan Operator seluler dengan bran image Operator Baik, Operator Murah, Operatur Jaringan Internasional, Operator jaringan Nasional yang Luas. AXIS merupakan organisasi yang merupakan lembaga yang menggunakan Model SOS TEC dalam usahanya. AXIS telah melakukan kontrol. Internal Perusahaan dan Eksternal yaitu pemerintah sebagai Operatot seluler yang bertanggung jawab.
Alat analisis yang ada dalam SOSTAC dapat membantu menjalankan roda usaha di dalam persaingan usaha yang makin berat dengan persaingan dengan perusahaan sejenis yang mapaan dan baru yang kreatif dan capital yang bersaingin. Maka perlu strategi yang baik, sasaran yang tepat, analisis situasi yang handal, taktik yang tepat sasaran, tindakan yang tepat dan pengawasan yang terpadu baik dari dalam dan luar perusahaan.






DAFTAR PUSTAKA

Bambang, 2008. Mentari Ikut Bermain di Tarif Per Detik, Biskom, 2008.

Ilham Prisgunanto M,Si. 2006. Komunikasi Pemasaran. Ghalia Indonesia jakarta september 2006

Hermawan Kertajaya. 2004. Marketing Yourself : kiat sukses meniti karir dan bisnis Jakarta. Mark Plus & co. 2004

www.Anangblogspot.com,diakses tanggal 8 Juli 2008

http://pulsa.jagokomputer.com

www.axisworld.co.id

:http://www.12manage.com

Sumber : http://www.12manage.com/methods_PEST_analysis.html

Senin, 19 Januari 2009

Gerakan Perjuangan Buruh Indonesia

Gerakan Perjuangan Buruh Indonesia
Arus Balik atau Bumerang


Dengan adanya UU no. 13 tahun 2003 telah menjadikan titik balik bumerang bagi gerakan buruh di Indonesia. Gerakan buruh di Indonesia harus menerima pil pahit yaitu dengan diberlakukannya karyawan kontrak dan peraturan yang banyak merugikan buruh di Indonesia. Hal ini harus menjadikan sebuah evaluasi lebih dalam dan tajam bagi para pejuang gerakan buruh, analis tenaga kerja, pakar, ilmuawan, aktivis mahasiswa dan perburuhan di Indonesia.
Perjuangan buruh selama ini terlihat terkesan sporadis dan reaksioner, dimana ketika ada kenaikan harga buruh digerakkan untuk menuntut Upah Minimum Regional(UMR), seakan-akan UMR adalah satu-satunya pil vitamin bagi buruh di Indonesia. Namun apa dikata dengan demo UMR yang dilakukan buruh tersebut mengakibatka adanya PHK di mana-mana, bahkan buruh yang melakukan demontrasi tersebut banyak yang dijadikan korban PHK, sedangkan organisasi buruh dan buruh tersebut tak dapat berbuat banyak.
Gerakan buruh di Indonesia ini sebenarnya adalah mengadobsi gerakan buruh di barat yang memiliki suprastruktur dan Infrastrutur kuat, sehingga memiliki nilai tawar kuat, bahkan mampu menduduki pemerintahan dan menduduki parlemen. Mereka duduk di lembaga-lembaga kekuasaan didukung oleh pertai Buruh yang kuat. Sedangkan di Indonesia gerakan buruh masih belum memenuhi prasarat yang memadahi untuk bergerak. Disampin kultur atau budaya politik Indonesia yang memenuhi syarat.
Gerakan buruh seharusnya memenuhi beberapa parsyarata :
1.Mobilitas Tenaga Kerja atau Buruh adalah sempurna, dimana buruh dapat menduduki posisi apapun sesuai keahliannya, mudah untuk keluar masuk pekerjaan.
2.Posisi buruh dan perusahaan pada situasi persaingan sempurna, dimana antara buruh dan perusahaan mengalami posisi tawar yang sama. Sedangkan posisi buruh di Indonesia dalam situasi yang monopsoni dimana ada banyak penjual tenaga kerja pada satu pembeli tenaga kerja yang ada, sehingga pihak pengusaha bebas menentukan jumlah tenaga kerja, dan hanya taat pada Undang-Undang yang dimana buruh tak mampu menentukan sikapnya karena mereka tidak ada wakil di parlemen.
3.Harga Buruh adalah secara Ideal adalah sesuai dengan kebutuhan hidupnya yang diatas minimum, sedangkan upah yang mereka dapatkan adalah hanya disesuaikan dengan kenaikan UMR.
4. Sejarah perjuangan buruh yang tidak menguntungkan nasib buruh di Indonesia, sehingga gerakan emansipasi nasib buruh sering mendapat tudingan negatif dari penguasa.
5.Adanya perbedaan pendapatan yang jauh antara buruh yang bekerja dalam perusahaan modal dalam negeri dan perusahaan asing, karena perbedaan nilai kurs. Sehingga pemerintah agak kesulitan dalam menerapkan asas keadilan pada perusahaan yang menggunakan tenaga kerja Indonesia.
6.Budaya Usaha di Indonesia adalah budaya yang menekan biaya-biaya dengan menekan upah dan kesejahteraan buruh.
7.Siklus usaha di Indonesia adalah siklus usaha kelurga yang sangat mementingkan nepotisme dan kekeluargaan dan tidak begitu mengembangkan riset dan pengembangan, sehingga tertinggal oleh perusahaan asing.
8.kapitalis yang tumbuh di Indonesia adalah kapitalis ortodok yang tidak berpikiran bahwa dengan buruh yang kuat, sehat dan berkualitas akan meningkatkan kerja sama yang baik antara buruh dan perusahaan. Karena buruh yangt berganti-ganti akan perlu pelatihan baru,
9.Budaya kerja buruh Indonesia yang kurang memperhatikan kualitas peningkatan kerja dan produktivitas.
Banyak perjuangan buruh di dunia berhasil dalam perjuangannya seperti di Eropa Timur dan Eropa Barat. Di eropa barat dikenal dengan perjuangan buruh sosial demokrat dan di eropa timur dengan buruh sosialis(komiunis0 telah berhasil membawa nasib buruh yang lebih baik.
Sedangkan di Indonenesi perjuangan buruh lahir karena desakan PBB terhadap perusahaan di Indonesia, dan sebagai pemenuhan atas sebutan sebagai negara yang siap tinggal landas dan sukses dalam pembangunan seperti yang digembar-gemborkan pada masa orde baru. Sehingga nafas perjuangan buruh di Indonesia bukanlah lahir dari kesadaran buruh itu sendiri.
Budaya majikan buruh di Indonesia sudah berlangsung lama sejak dikenalkannya pertnian pada masyarakat tradisional Indonesia, dengan adanya tradisi bagi hasil antara buruh dan majikan. Penerapan sistem bagi hasil ini turun temurun dan diakui sampai sekarang, sehingga sistem pengupahan yang kecil sudah dikenal cukup lama.
Sedangkan di Eropa sendiri sebenarnya perhatian nasib buruh sudah ada sejak revolusi Industri dI Inggris, dimana muncul tokoh manajemen modern sperti FW Taylor, Hendry Fayol, dan Robert Owen. Perjuangan mereka yaitu memberikan peningkatan kesejahteraan pada buruh tambang terutama anak-anak. Tentang Fasilitas Pendidikan dan jam Kerja yang manusiawi.
Perjuangan nasib buruh ini sebenarnya pada waktu itu adalah untuk kepentingan perusahaan dan pengusaha juga. Namun perkembangan perusahaan, penyusutan dan lain-lain juga menyulitkan bagi pengusaha untuk meningkatkan nasib buruhnya. Namun bagi negara-negara dunia pertama tersebut telah mampu untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dengan kemampuannya menjualbarang ke negara-negara Asia, Afrika, Amerika dan negara jajahan serta koloni mereka, namun bagi negara yang tidak melakukannya mengalami nasib perlawanan dari kaum buruh sehingga muncul revolusi buruh.
Revolusi Oktober di Rusia misalnya telah memberikan kemenangan bagi kaum buruh, sehingga muncul pemerintahan baru atau babak baru diktator proletariat atau buruh. Sebuah penerapan teori buruh modern yang ditulis oleh Karl. Mark. Pasca itu teori Mark menjadi momok bagi kaum kapitalis di Dunia, sehingga muncul berbagai bentu perlawanan yang mengakibatkan perang dingin antara 2 negara besar dan Addaya yaitu Amereika dan Soviet.
Namun negara kapitalispun memberikan peluang desakan organisasi buruh atau gerakan buruh di negeri mereka, karena gerakan buruh secara alamiah tidak dapat dirintangi dan dicegah, sejalan dengan persaingan manusia yang cukup sengit. Berbagai macam kesempatan untuk mengembangkan diri secara individu dan kolektif terus berkembang. Bahkan pendidikan-pendidikan telah terbuka bagi siapa saja baik ilmu-ilmu sosial dan ilmu pasti atau teknik, sehingga setiap orang diberi hak untuk bersaing sesuai bakat dan kemmapuannya.
Perjuangan buruh saat ini lebih berat karena perkembangan pengetahuan dan pengalaman kaum kapital di dunia, sehingga berbagai paham baru muncul di dalam perjuangan buruh, baik di Asia, Eropa maupu Amerika Latin. Namun paham dan ide perjuangan perburuhan di Indonesia justru mengalami kemunduran yang begitu signufikan. Berbagai perjuangan buruh mengalami kekagagalan baik secara represif, persuasif, politis maupun kultural. Hanya desakan orgaisasi buruh Internasionalah yang menyelamatkan nasib buruh di Indonesia. Nasib buruh di Indonesia hanya bergantung pada politikal will dari penguasaha ataupun pemerintah bukan desakan dari kaum buruh sendiri, dan kultur budaya pengusaha Indonesia yang lebih berorientasi pada kekeluargaan, sehingga nasib buruh Indonesia masih bisa untuk dikatakan lebih baik sesuai perekembangan perusahaan.
Industri kecil dan menengah adalah merupakan perusahaan yang banyak menerapakan paham kekeluargaan, dalam sistem ini mereka kenal usaha bagi hasil antara buruh dan majikan. Industri Kecil dan Menengah di Indonesialah yang mampu bersaing dengan kapilalis global atau internasional. Maka perlu kiranya peran pemerintah dalam memupuk kerjasama antara buruh dan majikan untuk meningkatkan produksinya.
Pobia organisasi buruh Independen harus mulai dipupus, namun kekukatiran akan pemanfaat organisasi buruh menjadi alat politik masih sering diperdfebatkan. Namun kita harus memahami bahwa gerkan buruh tidak lepas dari gerakan moral dan gerakan politik.

Menyusuri Letak Macetnya Dampak Positif penurunan Harga BBM

Menyusuri Letak Macetnya Dampak Positif penurunan Harga BBM
pada Sektor Riil di Indonesia.


Penurunan harga BBM di Indonesia di akhir tahun 2008 dan di awal tahun 2007 merupakan sebuah lip servis politik saja. Penurunan harga BBM tidak diikuti dengan penurunan tarif angkutan, listrik, telpon, air minum dan kebutuhan konsumen lainnya. Penurunan harga BBM ini banyak pihak hanya menyebutnya sebagai komoditi politik menjelang pemilu 2009.
Penurunan harga BBM yang tidak diikuti dengan penurunan harga-harga kebutuhan pokok ini disebabkan oleh karena memang BBM bukanlah instrumen regulasi yang efektif, dibanding kebijakan lain seperti Subsidi langsung, kenaikan subsidi, penurunan pajak dan tarif, harga cukai, tidak meberi efek dan dapak yang lansung pada penurunan harga-harga.
Bukan memihak pada siapapun bahwa fluktuasi harga yang tidak stabil adalah tidak menguntungkan bagi berbagai pihak, baik pengusaha di satu sisi dengan masyararakat di satu sisi. Karena penurunan harga ini hanya menjadikan surplus produksi bagi produsen dan menambah keuntungan di kalangan produsen saja, selama kebutuhan akan permintaan dipenuhi dan diperoleh keuntungan yang memadahi perusahaan tidak akan menurunkan harga sebelum keuntungan yang diinginkan akan dipenuhi.
Pemerintah tidak dapat mengeluarkan kebijakan yang efektif saat ini, karena liberalisasi telah menjadikan pemerintah hanya dalam wilayah pembuat kebijakan dan tidak dapat mengendalikan kebijakan secara efeltif. Karena kepemilikan cabang-cabang produksi yang mengusai hajat hidup orang banyak telah dikuasai oleh swasta ataupun badan usaha milik negara yang sahamnya banyak dikuasai swasta dalam negeri dan swasta asing.
Letak ketidak efektifan inilah yang mulai menjadi pemikiran bahwa bebarapa cabang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara. Namun sudah terlambat ataupun lancung dimana selama dikuasai oleh aparat pemerintah atau negara terjadi korupsi disana-sini, serta infefesiensi dan inefektifitas kerja, sehingga bangkrut sehingga banyak dibeli oleh swasta atau investor. Lebih parah lagi investor asing.
Baru dirasakan saat ini bahwa privatisasi mengakibatkan dampak yang merugikan pemerintah dan rakyat. Pemerintah menjadi tak berdaya mengatasi kondisi ekonomi dan melakukan kebijakan untuk menyejahterakan rakyatnya. Perlu disadari pula bahwa pemerintah sudah terlalu banyak memberikan fasilitas yang begitu banyak pada swasta.
Pentingnya nasionalisasi kembali perusahaan yang mengusasi hajat hidup orang banyak dalam hal ini BUMN telah menjadikan pemikiran yang lebih serius. Sedangkan kedaulatan ekonomi telah tidak dimiliki oleh pemerintah. Pemerintah saat ini tidak memiliki kekuatan dan kewenangan di bidang ekonomi kecuali hanya memberikan himbauan.
Pemerintah yang sudah lama tidak mendapat kepercayaan rakyat dan Internasional menjadikan kesulitan pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan pada rakyat dan dunia Internasional. Sehingga rupiah tidak dapat menguat dan terpuruk. Kekayaan alam yang melimpah ruah bukan lagi menjadi milik pemerintah tapi telah menjadi milik swasta asing dan kapitalis global. Kelangkaan bahan baku, bahan bakar, pupuk dan barang konsumen dimana-mana, sehingga mendorong harga-hrga melambung tinggi. Pengangguran dimana-mana dengan dibubarkannya perusahaan dalam negeri dan direlokasikan di luar negeri dengan alasan buruh mahal. Ketidak pastian hukum di Indonesia, dan kestabilan politik yang kurang stabil menjadikan larinya investor asing.
Kalau hal ini berlangsung terus menerus dikhawatirkan akan terjadi gejolak sosial akibat kesenjangan sosial dan kemiskinan di mana-mana. Kesenjangan ekonomi ini mengakibatkan kecemburuan sosial dan gejolak sosial yang kan menurunkan stabilitas politik di Indonesia. Sedangkan stabilitas adalah kunci bertahannya investor di Indonesia. Proses demokrasi yang berlebihan akan mememunculkan ketidakseimbangan baru di dalam pemerintah Indonesia, sehingga pemerintah miskin otorita dan legitimasi, karena pemerintah belum mampu untuk mengembalikan kepercayaan rakyat. Karena pemerintah belum mampu untuk melakukan good corporate governance dan meningkatkan clean government. Pengawasan keuangan negara lebih ketat belum bisa dilakukan, karena budaya lama masih ada dengan masih bercokolnya pejabat-pejabat bekas orde baru yang korup saat ini, bahkan mendapatkan posisi-posisi penting dalam pemerintahan dan masyarakat.
Kesempatan berusaha dan melakukan usaha yang sehat belum dapat dijamin, dimana masih diijinkannya pejabat, DPR dan pegawai negeri memiliki usaha swasta, hal ini mengakibatkan kelesuan bagi swasta murni dalam negeri untuk bersaing. Ketidak sehatan ini menurunkan minat rakyat terutama generasi muda untuk berwiraswasta, karena merasa tidak ada perlindungan, perilaku yang adil, antara swasta murni dengan swasta tanda petik semi pemerintah dan pejabat apabila dengan swasta asing. Belum lagi pungutan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak penguasa tidak bertanggung jawab.
Penurunan harga BBM yang tidak diikuti dengan penurunan harga-harga komoditi tidak semata-mata kesalahan pengusaha, karena kita masih banyak melihat pajak berganda dimana-mana. Sehingga harga-harga menjadi lebih tinggi, karena adanya ekonomi biaya tinggi, yang pada masa-masa sekarang jarang digembar-gemborkan lagi. Ekonomi biaya tinggi tidak dapat dicabut begitu saja dalam sistem pemerintahan dan ekonomi di Indonesia.
Pendapatan pemerintah yang hanya dari pajak dan mulai dihapuskannya bea masuk dan fiskal karena perdagangan bebas membuat berkuragnya sumber baru pendapatan pemerintah. Pemerintah harus berusaha mencari sumber lain dari rakyat diluar hutang luar negeri. Pemerintah harus menekan biaya serenfdah-rendahnya dengan efesiensi, efektifitas dan profesionalisme aparatur negara, dengan menekan biaya-biaya yang tidak perlu, sedangkan selama ini aparatur pemerintah telah lama dimanjakan oleh fasilitas.
Pemerintah akhirnya mau tidak mau hanya meningkatkan perluasan penerimaan pajak. Sedangkan otonomi daerah semakin memberatkan rakyat karena gencarnya pemerintah daerah untuk mencari sumber Pendapatan asli daerah yang membabi buta, tanpa memperhatikan pelayanan masyarakat. APBD hanya berorientasi pada surplus anggaran dan peningkatan pendapatan daerah sendiri, Dana alokasi Umum dan dan alokasi khusus. Kurangnya pengetahuan para kepala daerah karena pemilihan langsung telah mengakibatkan kekacauan manajemen pemerintah daerah, apalagi dana pemilihan kepala daerah cukup besar dan mengeluarkan banyak tenaga, sehingga para kepala daerah lebih mementingkan pengembalian modal dan menyaluran dana bagi kelompok kepentingan yang telah membantu dalam proses pemilihan.
Peningkatan pelayanan publik hanya menjadi retorika-retorika politik saja. Namun semua ini sudah terjadi, dan bagimanakah pembenahan dilakukan, apakah menunggu rakyat lebih menderita dulu? Hal ini tidak mungkin karena penderitaan rakyat akan mengakibatkan gejolak sosial, sedangkan gejolak sosial akan merugikan rakyat pula.
Maka diperlukan adanya keinginan dan kemauan dari semua pihak untuk melakukan perbaikan disana-sini. Ancaman globalisasi dan persaingan bebas telah menghadang, apabila efisiensi tidak cepat dilakukan maka persaingan harga dengan produk asing kita kan tertinggal dan kalah, apalagi masalah kualitas. Sedangkan Indonesia merupakan pasar yang baik bagi perdagangan barang-barang konsumsi dan jasa.
Ketahanan pangan akan juga terganggu karena alih fungsi lahan, sedangkan perlindungan dan peningkatan fasilitas, kerjasama dan informasi serta peningkatan kualitas petani di Indonesia masih berkurang. Petani Indonesia harus mengalami kepayahan dlam menghadapi persaingan global, dimana hasil pertanian bangsa asing lebih murah di pasaran, sedangkan produk mereka tidak mendapat proteksi, sedangkan pupuk sangat sulit untuk didapatkan. Pola bercocok tanampun masih sangat tradisional.
Intinya bahwa perlu kesadaran bagi pengusaha dalam negeri agar tidak terlalu mengandalkan nasionalisme sempit, namun bagaimanan mereka bisa menjadikan rakyat Indonesia terutama buruh untuk bekerjasama sehingga menjadi produse dan konsumen di Negeri sendiri. Apabila rakyat Indonesia tidak mampu menjadi produsen dan hanya menjadi konsumen akan semakin meningkatkan utang luar negeri, dan pada akhirnya hilanglah kedaulatan yang telah dicita-citakan pendiri republik.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia guna meningkatan tingkat produktifitasnya menjadikan tugas pendidikan nasional Indonesia. Sedangkan pendidikan menjadi cukup mahal, dan semakin merebaknya lembaga pendidikan di luar negeri yang lebih murah dan berkualitas, sedangkan penyelewangan di dunia pendidikan cukup banyak dan banyaknya mal praktek pendidikan di Indonesia. Mampukah Indonesia keluar dari keterpurukan, hal itu tergantung mental semua pihak untuk lebih peduli pada nasib bangsa dan negara ini.

Menyusuri Letak Macetnya Dampak Positif penurunan Harga BBM

Menyusuri Letak Macetnya Dampak Positif penurunan Harga BBM
pada Sektor Riil di Indonesia.


Penurunan harga BBM di Indonesia di akhir tahun 2008 dan di awal tahun 2007 merupakan sebuah lip servis politik saja. Penurunan harga BBM tidak diikuti dengan penurunan tarif angkutan, listrik, telpon, air minum dan kebutuhan konsumen lainnya. Penurunan harga BBM ini banyak pihak hanya menyebutnya sebagai komoditi politik menjelang pemilu 2009.
Penurunan harga BBM yang tidak diikuti dengan penurunan harga-harga kebutuhan pokok ini disebabkan oleh karena memang BBM bukanlah instrumen regulasi yang efektif, dibanding kebijakan lain seperti Subsidi langsung, kenaikan subsidi, penurunan pajak dan tarif, harga cukai, tidak meberi efek dan dapak yang lansung pada penurunan harga-harga.
Bukan memihak pada siapapun bahwa fluktuasi harga yang tidak stabil adalah tidak menguntungkan bagi berbagai pihak, baik pengusaha di satu sisi dengan masyararakat di satu sisi. Karena penurunan harga ini hanya menjadikan surplus produksi bagi produsen dan menambah keuntungan di kalangan produsen saja, selama kebutuhan akan permintaan dipenuhi dan diperoleh keuntungan yang memadahi perusahaan tidak akan menurunkan harga sebelum keuntungan yang diinginkan akan dipenuhi.
Pemerintah tidak dapat mengeluarkan kebijakan yang efektif saat ini, karena liberalisasi telah menjadikan pemerintah hanya dalam wilayah pembuat kebijakan dan tidak dapat mengendalikan kebijakan secara efeltif. Karena kepemilikan cabang-cabang produksi yang mengusai hajat hidup orang banyak telah dikuasai oleh swasta ataupun badan usaha milik negara yang sahamnya banyak dikuasai swasta dalam negeri dan swasta asing.
Letak ketidak efektifan inilah yang mulai menjadi pemikiran bahwa bebarapa cabang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara. Namun sudah terlambat ataupun lancung dimana selama dikuasai oleh aparat pemerintah atau negara terjadi korupsi disana-sini, serta infefesiensi dan inefektifitas kerja, sehingga bangkrut sehingga banyak dibeli oleh swasta atau investor. Lebih parah lagi investor asing.
Baru dirasakan saat ini bahwa privatisasi mengakibatkan dampak yang merugikan pemerintah dan rakyat. Pemerintah menjadi tak berdaya mengatasi kondisi ekonomi dan melakukan kebijakan untuk menyejahterakan rakyatnya. Perlu disadari pula bahwa pemerintah sudah terlalu banyak memberikan fasilitas yang begitu banyak pada swasta.
Pentingnya nasionalisasi kembali perusahaan yang mengusasi hajat hidup orang banyak dalam hal ini BUMN telah menjadikan pemikiran yang lebih serius. Sedangkan kedaulatan ekonomi telah tidak dimiliki oleh pemerintah. Pemerintah saat ini tidak memiliki kekuatan dan kewenangan di bidang ekonomi kecuali hanya memberikan himbauan.
Pemerintah yang sudah lama tidak mendapat kepercayaan rakyat dan Internasional menjadikan kesulitan pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan pada rakyat dan dunia Internasional. Sehingga rupiah tidak dapat menguat dan terpuruk. Kekayaan alam yang melimpah ruah bukan lagi menjadi milik pemerintah tapi telah menjadi milik swasta asing dan kapitalis global. Kelangkaan bahan baku, bahan bakar, pupuk dan barang konsumen dimana-mana, sehingga mendorong harga-hrga melambung tinggi. Pengangguran dimana-mana dengan dibubarkannya perusahaan dalam negeri dan direlokasikan di luar negeri dengan alasan buruh mahal. Ketidak pastian hukum di Indonesia, dan kestabilan politik yang kurang stabil menjadikan larinya investor asing.
Kalau hal ini berlangsung terus menerus dikhawatirkan akan terjadi gejolak sosial akibat kesenjangan sosial dan kemiskinan di mana-mana. Kesenjangan ekonomi ini mengakibatkan kecemburuan sosial dan gejolak sosial yang kan menurunkan stabilitas politik di Indonesia. Sedangkan stabilitas adalah kunci bertahannya investor di Indonesia. Proses demokrasi yang berlebihan akan mememunculkan ketidakseimbangan baru di dalam pemerintah Indonesia, sehingga pemerintah miskin otorita dan legitimasi, karena pemerintah belum mampu untuk mengembalikan kepercayaan rakyat. Karena pemerintah belum mampu untuk melakukan good corporate governance dan meningkatkan clean government. Pengawasan keuangan negara lebih ketat belum bisa dilakukan, karena budaya lama masih ada dengan masih bercokolnya pejabat-pejabat bekas orde baru yang korup saat ini, bahkan mendapatkan posisi-posisi penting dalam pemerintahan dan masyarakat.
Kesempatan berusaha dan melakukan usaha yang sehat belum dapat dijamin, dimana masih diijinkannya pejabat, DPR dan pegawai negeri memiliki usaha swasta, hal ini mengakibatkan kelesuan bagi swasta murni dalam negeri untuk bersaing. Ketidak sehatan ini menurunkan minat rakyat terutama generasi muda untuk berwiraswasta, karena merasa tidak ada perlindungan, perilaku yang adil, antara swasta murni dengan swasta tanda petik semi pemerintah dan pejabat apabila dengan swasta asing. Belum lagi pungutan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak penguasa tidak bertanggung jawab.
Penurunan harga BBM yang tidak diikuti dengan penurunan harga-harga komoditi tidak semata-mata kesalahan pengusaha, karena kita masih banyak melihat pajak berganda dimana-mana. Sehingga harga-harga menjadi lebih tinggi, karena adanya ekonomi biaya tinggi, yang pada masa-masa sekarang jarang digembar-gemborkan lagi. Ekonomi biaya tinggi tidak dapat dicabut begitu saja dalam sistem pemerintahan dan ekonomi di Indonesia.
Pendapatan pemerintah yang hanya dari pajak dan mulai dihapuskannya bea masuk dan fiskal karena perdagangan bebas membuat berkuragnya sumber baru pendapatan pemerintah. Pemerintah harus berusaha mencari sumber lain dari rakyat diluar hutang luar negeri. Pemerintah harus menekan biaya serenfdah-rendahnya dengan efesiensi, efektifitas dan profesionalisme aparatur negara, dengan menekan biaya-biaya yang tidak perlu, sedangkan selama ini aparatur pemerintah telah lama dimanjakan oleh fasilitas.
Pemerintah akhirnya mau tidak mau hanya meningkatkan perluasan penerimaan pajak. Sedangkan otonomi daerah semakin memberatkan rakyat karena gencarnya pemerintah daerah untuk mencari sumber Pendapatan asli daerah yang membabi buta, tanpa memperhatikan pelayanan masyarakat. APBD hanya berorientasi pada surplus anggaran dan peningkatan pendapatan daerah sendiri, Dana alokasi Umum dan dan alokasi khusus. Kurangnya pengetahuan para kepala daerah karena pemilihan langsung telah mengakibatkan kekacauan manajemen pemerintah daerah, apalagi dana pemilihan kepala daerah cukup besar dan mengeluarkan banyak tenaga, sehingga para kepala daerah lebih mementingkan pengembalian modal dan menyaluran dana bagi kelompok kepentingan yang telah membantu dalam proses pemilihan.
Peningkatan pelayanan publik hanya menjadi retorika-retorika politik saja. Namun semua ini sudah terjadi, dan bagimanakah pembenahan dilakukan, apakah menunggu rakyat lebih menderita dulu? Hal ini tidak mungkin karena penderitaan rakyat akan mengakibatkan gejolak sosial, sedangkan gejolak sosial akan merugikan rakyat pula.
Maka diperlukan adanya keinginan dan kemauan dari semua pihak untuk melakukan perbaikan disana-sini. Ancaman globalisasi dan persaingan bebas telah menghadang, apabila efisiensi tidak cepat dilakukan maka persaingan harga dengan produk asing kita kan tertinggal dan kalah, apalagi masalah kualitas. Sedangkan Indonesia merupakan pasar yang baik bagi perdagangan barang-barang konsumsi dan jasa.
Ketahanan pangan akan juga terganggu karena alih fungsi lahan, sedangkan perlindungan dan peningkatan fasilitas, kerjasama dan informasi serta peningkatan kualitas petani di Indonesia masih berkurang. Petani Indonesia harus mengalami kepayahan dlam menghadapi persaingan global, dimana hasil pertanian bangsa asing lebih murah di pasaran, sedangkan produk mereka tidak mendapat proteksi, sedangkan pupuk sangat sulit untuk didapatkan. Pola bercocok tanampun masih sangat tradisional.
Intinya bahwa perlu kesadaran bagi pengusaha dalam negeri agar tidak terlalu mengandalkan nasionalisme sempit, namun bagaimanan mereka bisa menjadikan rakyat Indonesia terutama buruh untuk bekerjasama sehingga menjadi produse dan konsumen di Negeri sendiri. Apabila rakyat Indonesia tidak mampu menjadi produsen dan hanya menjadi konsumen akan semakin meningkatkan utang luar negeri, dan pada akhirnya hilanglah kedaulatan yang telah dicita-citakan pendiri republik.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia guna meningkatan tingkat produktifitasnya menjadikan tugas pendidikan nasional Indonesia. Sedangkan pendidikan menjadi cukup mahal, dan semakin merebaknya lembaga pendidikan di luar negeri yang lebih murah dan berkualitas, sedangkan penyelewangan di dunia pendidikan cukup banyak dan banyaknya mal praktek pendidikan di Indonesia. Mampukah Indonesia keluar dari keterpurukan, hal itu tergantung mental semua pihak untuk lebih peduli pada nasib bangsa dan negara ini.

Kamis, 15 Januari 2009

Persaingan Global menghadapi Revolusi Informasi

Persaingan Global menghadapi Revolusi Informasi

Persaingan Global menghadapi Revolusi Informasi


Berjuta-juta abad manusia sampai saat ini mengenal informasi yang terus berkembang. Keberadaan manusia dari berburu dan meramu melahirkan masyarakat primitif dimana mereka mulai mengenal komunikasi dan Interaksi. Manusia pada waktu itu hanya menghapal kata-kata, teriakan-teriakan, dan ketukan-ketukan. Mereka memberikan informasi melalui asap atau api, dan mencoba saling mengenal melalui berbagai dialektika sosial masrarakat. Pada waktu itu.

Masyarakat pada fase ini dikenal sebagai masyarakat primitif, hidup berkelompok-kelompok dalam kesatuan masyarakat sosialis primitif. Mereka berjuang bersama-sama untuk mengatasi kehidupan mereka. Kerjasama ini melahirkan pemimpin yang terhimpun dalam suku-suku, pemimpin ini adalah yang terkuat dan mampu mengakomodir semua kepentingan dengan komunikasi yang ada.

Masyarakat primitif ini akan berperang apabila mengenal kelompok lain, dan terjadilah peperangan. Peperangan yang terus meneruskan melahirkan diplomasi-diplomasi antar suku, dan kelompok tersebut. Pengusaan masing-masing-masing suku dari suku yang lain akan melahirkan raja-raja kecil. Pada saat ini raja-raja kecil ini mulai mengenal bahasa-bahasa tulis. Bahasa-bahasa tulis ini lahir pada masyarakat feodal tradisional.

Masyarakat tradisional feodal ini melalui beberapa perjalanan sejarah melalui kitab-kitab dan sastra-sastra. Pada masyrakat tradisional ini mengenal adanya hak akan keturunan, hak akan perkawinan bersadarkan paternalisme, Sehingga muncul kekuatan raja-raja. Komunikasi tulis hanya dikenal oleh raja-raja dan kaum bangsawan.

Renaisance atau abad pencerahan melahirkan kelas baru yaitu intelektual dan kaum borjuis untuk melakukan perebutan kekuasaan raja-raja. Maka dikenallah masyarakat transisi menuju pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diawali dengan ditemukannya mesin uap yang telah melahirkan revolusi Industri. Sekarang kaum feodal menuntut untuk mendapatkan tempat pada pemerintahan. Maka lahirlah masyarakat demokrasi di bawah monarki di Inggris, masyarakat demokrasi di Amerika Serikat dan Masyarakat Sosialis di Unisoviet.

Sebernarnya tiga bentuk negara tersebut merupakan abad dimana berkurangnya kekuasaan monarki. Sejak dikenalnya masyarakat kapital dan sosialis ini pendidikan cukup berkembang pesat untuk peningkatan persaingan yang semakin ketat. Pada awal renaisance sebenarnya adalah mulai mengenalkan masyarakat pada apa yang dikenal dengan kesejahteraan dan kemakmuran untuk bersama. Sehingga Adam Smith dalam bukunya ”Iniquire The Wealth of Nations, Money and Interest, telah menjadikan kekuasaan pada swasta dilepas total oleh Ratu Inggris, ratu Inggris hanya Simbol dari negara saja. Sedangkan pemerintahan adalah dikuasai oleh perdana menteri yang diambil oleh rakyat melalui pemilihan umum dari partai Buruh dan Konservatif.

Dikenalah sistem demokrasi Angglo Sactions yang dikenal hampir seluruh masyarakat dunia, bahkan Indonesia pun sudah mengalihkan diri dari Kontinental menuji Angglo Sactions ini. Perkembangan transportasi yang lebih maju karena mesin uap tersebut telah menjadikan negara-negara eropa melakukan penjajahan yang mampu mengusai dataran Asia, Australia. Amerika dan Afrika. Kekuatan revolusi industri ini telah melahirkan berbagai macam penjajahan negara-negara eropa ke negara-negara di Benua lain.

Ini milenium kejayaan Eropa, yang berkembang dengan semakin cepatnya teknologi telekomunikasi dengan ditemukannya telegram pada adbad 19. Dimana informasi terus berkembang dengan jepat tanpa jarak waktu yang lama dengan teknologi elektromagnetik. Perkembangan berikutnya adalah dengan ditemukannya radio yang mampu memberikan informasi abtudit dengan audio atau gelombang suara. Gelombang suara berkembang dengan gambar dengan adanya televisi dan sekarang sudah menjamir menguasai 1/3 masyarakat dunia. Berarti revolusi telekomunikasi terus berkembang dengan cepat.

Perkembangan berikutnya mulai dikenal komputer dan di Indonesia pada tahun 80-an tidak ada ½ abad telah spektakuler pada tahun 1996 di Indonesia mulai dikenal gelombang internat. Bahkan tidak sampai 10 tahun perkebangannya begitu cepat, sampai-sampai Microsoft telah kehabisan aplikasi sebagai pengembangan teori komputer dengan persaingan program lain seperti linux. Mikrosoft sedang genjar-gencarnya memperjuangkan hak cipta dan undang-undang hak cipta karena selama ini programnya telah dibajak oleh masyarakat dunia.

Maka harus diwaspadai pula perkembangan telematika ini bisa berkembang pesat mengakibatkan dampak positif dan negatif. Dampak positif tersebut adalah :

  1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

  2. Perkembangan Riset dan Teknologi.

  3. Mudahnya akses informasi dengan cepat.

  4. Hubungan masyarakat global yang semakin dekat, sehingga tidak ada batas dan negara.

  5. Peningkatann Pendidikan.

  6. Terjadi Alkulturasi dengan cepat.

Namun harus diwaspadai pula kan dampak negatifnya terutama bagi generasi muda yaitu :

  1. Kembalinya imperalisme antar bangsa dunia dari negara maju ke negara berkembang.

  2. Budaya negatif dari barat yang sudah dikenal oleh generasi muda indonesia, seperti krinalitas, Kejahatan seksual atau sek bebas, Perdagangan anak belum umur dan perdagangan wanita.

  3. Perdagangan senjata terlarang dan narkoba.

  4. Sifat Konsumtif karena selama ini kegiatannya belum optimal penggunaannya karena yang menguasai bidang ini masih sedikit.

Revolusi komunikasi saat ini cukup menggembirakan namun juga cukup meresahkan, karena dapat memunculkan sikap alienisme dan egoisme serta sikap asosial. Dimana hubungan manusia dengan manusia tidaklah dapat berjalan dengan baik karena hanya bidsa dilakukan dari jarak jauh dan tak perlu jarak dekat.

Perkembangan saat ini cukup mengawatirkan terutama bagi anak-anak yaitu dengan maniak seluler tanpa mengindahkan saat-saat belajar. Komunikasi tatap muka menjadi lebih sedikit, sehingga melahirkan komunitas Cyber yang apabila tidak diimbangi dengan hubungan sosial yang baik cukup berbahaya.

Hal ini perlu mendapat kajian lebih mendalam dari bebrapa pihak baik pakar telematika, psikologi anak, ekonomi, sosiologi, sosial dan politik. Karena dimungkinkan kemenangan pemilu partai dan presidan adah melalui ciber, yang pada pemilu 2 periode sebelumnya sangat dipengaruhi oleh berita-berita televisi, sehingga berita televisi cukup mengarahkannya menuju sebuah kegiatan pemilihan pada tahun 1999 dan 2004. Karena pembungkaman pers pada jaman orde baru.

Adakah politisi yang jeli....



.